• Syarwan Hamid

PEKANBARU -- gaungriau.com -- Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, akan mengembalikan gelar yang pernah dia terima dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau beberapa tahun lalu.

Gelar Seri Lela Negara yang ingin dikembalikannya itu, buntut dari kekecewaan atas pemberian gelar adat kepada Presiden Joko Widodo oleh LAM Riau, pada Rabu 15 Desember 2018 kemarin. Menurutnya, harusnya berkonsultasi terlebih dahulu kepada tokoh adat yang dituakan sebelum keputusan itu diambil.

"Pemberian gelar itu tanpa konsultasi yang cukup kepada tokoh-tokoh tua yang berpengalaman di Riau ini. Kemudian pemberian gelar kepada Jokowi terkesan kental nuansa politiknya. Ini mestinya dipertimbangkan oleh bersangkutan," kata Syarwan, dengan nada kecewa, Senin 17 Desember 2018.

Syarwan mengaku sempat beberapa kali mencoba menghubungi dua pimpinan LAM Riau, yakni Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA) Datuk Seri Al Azhar serta Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Seri Syahril Abubakar.

Namun tidak ada yang menanggapi. Bahkan dari pesan singkat melalui WhatsApp (WA) yang dikirim Syarwan, khususnya Ketua DPH LAM Riau hanya membaca, tanpa membalas sekali pun.

Hal ini menurut Syarwan sesuatu yang aneh. Kalau memang keputusan pemberian gelar adat kepada Jokowi dianggap sudah dianggap tepat, harusnya LAM tak perlu menutupinya.

"Ketika gelar itu hendak diberikan, saya menelpon pun tidak pernah diterima. Jadi terkesan dia ingin mengambil keputusan sendiri atau dengan orang-orang yang mudah diatur sama dia. Kecuali karena dia dapat tekanan atau sesuatu lainnya. Memang bagi orang mendapatkan gelar nilainya tinggi. Tapi dia mengabaikan nilai-nilai komunikasi dengan tokoh daerah," ujar Syarwan.

Ada pun beberapa alasan pembenaran dari pemberian gelar adat kepada orang nomor satu di Indonesia dinilai mengada-ngada. "Soal asap itu terkesan mengada ngada," ungkap Syarwan.**(jai)