BENGKALIS -- gaungriau.com -- Apa yang ada dalam pemikiran Ketua KONI Bengkalis Darma Firdaus S ini tentunya tidak banyak yang tahu. Berawal dari inspirasi Puisi ciptaan Syaukani Al Karim, anggota DPRD Bengkalis, Darma Firdaus menuangkan gagasannya di dapur usaha miliknya di Jalan Antara, Bengkalis.

Sebuah cafe dan rumah makan yang dahulunya bernama Thozz Cafe kini berganti nama Warung Api inilah, Darma bersama sejumlah seniman sastra membentuk wadah bernama Rumah Sastra Bengkalis (RSB).

Pria yang diberi amanah memimpin organisasi olahraga di Bengkalis diam-diam punya hobi menulis. Tulisan perdana miliknya ini dituangkan dalam sebuah buku berjudul Aku, Kau dan Cinta. Walau perdana diluncurkan dan belum beredar luas.

Namun, Darma Firdaus yakin dengan buku itu, akan membangkitkan semangat seniman-seniman tulis dan puisi di Pulau Bengkalis.

Buku berjudul, Aku, Kau dan Cinta setebal 200 halaman ini bakal lounching dan beredar nantinya di masyarakat. Buku itu, berisikan mengenai butir-butir kehidupan dan kisah hidup seorang Darma Firdaus Sitompul dengan ragam cerita dan puisi.

Kembali ke rencana pembentukan RSB, Syaukani Al Karim turut menyempatkan diri untuk hadir bergabung dengan rekan-rekan seniman dan sastra. Mulai dari penulis puisi, Marzuli Ridwan Al Bantani, Joe Fadhil, Musa Ismail, dan sejumlah seniman lainnya turut menuangkan gagasan soal RSB ini.

Syaukani pun mengatakan sangat mendukung inisiasi rekan-rekan seniman dan sastra di Pulau Bengkalis ini. Syaukani yang didapuk sebagai penasehat RSB ini memberikan sejumlah masukan-masukan berharga untuk kelanjutan masa depan seniman dan karya sastra di Pulau Bengkalis.

Dihadapan Ketua Umum RSB, Darma Firdaus Sitompul, Syaukani berharap RSB bisa menampung semua aspirasi rekan-rekan seniman dan menularkan hasil karya sastra yang bisa memberikan warna baru seniman di tanah air.

Menurut Anggota DPRD Bengkalis dari Partai PAN ini, gagasan RSB ini harus bisa memberikan sebuah contoh bagi perkembangan sastra di Provinsi Riau, dan Kabupaten Bengkalis secara khusus. Karena, hari ini seniman dan karya sastranya juga bisa mendapatkan inspirasi dari alam.

“Seniman punya peran dalam menyelamatkan bentang alam di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau yang bisa dikatakan saat ini mulai mengalami kerusakan, apalagi Bengkalis dekat dengan negara Malaysia dan Singapura,”katanya.

Selain bentang alam, disekeliling pulau ini juga memiliki kebudayaan bahari, kebudayaan itu harus dijaga jangan sampai hilang ruhnya.

“Mungkin dengan berkumpul seperti ini, rekan-rekan bisa mengagendakan pentas puisi dan malam silahturahmi bersama seniman dengan karya sastranya, bisa satu bulan dua kali, saya rasa di sana kita bisa berbagi ilmu dan saling tukar pikiran serta pendapat, karena bicara seniman dengan karya sastra, sudah pasti alam bebas jadi objeknya, dan sifatnya mengalir,”kata Syaukani Al Karim.

Sementara, Darma Firdaus Sitompul yang di dualat sebagai Ketua Umum RSB mengungkapkan, sesuai dengan hasil pembicaraan bersama penasehat RSB beberapa waktu lalu.

Maka, Senin 31 Desember 2018 malam pukul 20.00 WIB, RSB mengadakan kegiatan silahturahmi dan malam keakraban bersama pengurus serta warga RSB.

Malam keakraban yang dilaksanakan, bertempat di Warung Api. Untuk seluruh undangan sudah disampaikan kepada seluruh pengurus RSB dan jajaran penasehat.

“Diharapkan sekiranya kita dapat bersama-sama hadir dan saling bertukar pikiran untuk menggeliatkan kembali sastra lewat RSB,”kata Marzuli Ridwan Al Bantani, penulis sebuah buku kumpulan puisi berjudul Menakar Cahaya.**(put)