PEKANBARU -- PT PLN Persero Pekanbaru melakukan pemutusan listrik di Pustaka Wilayah Soeman HS. Gedung yang menjadi menjadi salah satu perpustakaan megah di Indonesia ini menunggak tagihan listrik selama dua bulan.

"Mereka sudah dua bulan menunggak tagihan listrik, jadi terpaksa diputus. Pemutusan sementara sudah kita lakukan sejak kemarin," kata Humas PLN Pekanbaru I Komang Sudarsana Kamis 3 Januari 2019.

Pihak PLN menyatakan bahwa utang perputakaan milik Pemprov Riau mencapai Rp 200 juta. Pihak Perpustakaan diminta segera melunasi tagihan selama dua bulan itu agar fasilitas publik itu tidak terganggu.

"Harapan kita segera ada pelunasan tunggakan listrik. Kita sudah beberapa kali menagihnya," imbuhnya.

Sementara itu pihak Pustaka Wilayah Soeman HS mengatakan bahwa tidak dibayarkan tagihan lisrik karena ada permasalaham pergeseran administrasi. Namun dia tidak menjelaskan pergeseran admistratif di perpustakaan daerah tersebut.

"Ya sudah diputus PLN kemarin listrik kita. Masalahnya karena ada pergeseran admistrasi gitulah," kata Kepala Dinas Pustaka dan Arsip Soeman HS, Rahima Erna terpisah.

Dia mengatakan karena pemutusan arus listrik, pihak perpusatakaan terus berupaya untuk melakukan pelayanan kepada pengunjung. Apalagi Pustakan yang berada di Jalan Jendral Sudirman Cut Nyak Dien yang berada di jantung Kota Pekanbaru itu selalu ramai.

"Kita upayakan semaksimal mungkin agar pelayanan tetap baik. Kita menggunakan genset selama listrik belum disambung," kata Rahima.

Dia mengkalim bahwa pemutusan litrik di PLN tidak begitu pengaruh terhadap pelayanan. Selain karena ada mesin genset, Gedung Pustaka Soeman HS menggunakan dinding dari kaca.

"Dindingnya kan dari kaca, jadi tidak begitu berpengaruh ke dalam pustaka. Memang pemutusan listrik di pustaka ini. Kalau pembayaran tagihan listrik itu tanggungjawab SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Ini kita lagi berdiskusi mengenai tagihan itu ke pada pijhak PLN," ucapnya.

Imran Hustanto salah satu pengunjung Soeman HS mengaku kecewa dengan pemutusan listik. Menurutnya, pemutusan listrik diperpustakaan hal yang memalukan.

"Sangat terganggu sekali dengan pemutusan listrik. Suasana di dalam panas karena tidak AC mati. Lift juga tidak bisa digunakan," keluh Imran, mahasiswa Universitas Riau ini.

Pustaka Soeman HS merupakan gedung milik Pemrov Riau. Pembangunan gedung lima lantai yang difungsikan tahun 2008 ini menelan dana Rp 144 miliar yang bersumber dari APBD Riau. Gedung Soeman HS merupakan salah satu pustaka termegah di Indonesia. Desain berbentuk buku ini dan berada di tengah kota, menjadi salah satu icon Propinsi Riau.

Sebelumnya pihak PLN juga melakukan pemutusan listrik di Kantor Dinas Sosial Propinsi Riau. Masalahnya sama, karena Pemprov Riau menunggak pembayaran tagihan listrik.**(nda)