• Anak-anak PAUD Ananda Bengkalis saat menonton film ACIL

BENGKALIS -- Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kebersihan dan dan peduli sampah harus dimulai sejak dini. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkalis gencar melakukan sosialisasi, tidak hanya pada kalangan orang dewasa, namun juga lembaga Pendidikan Anak Usia Dinis (PAUD).

Seperti dilaksanakan, Sabtu pagi 2 Maret 2019, DLH Bengkalis mengunjungi PAUD Ananda Bengkalis di Jalan Sultan Syarif Kasim (depan lapangan futsal). Kehadiran tim dari DLH ini untuk mengedukasi anak-anak tentang sampah dan cara mendaur ulang.

Kepala DLH Bengkalis Arman AA melalui Kepala Seksi Pencemaran Lingkungan Hj. Nurhasanah mengatakan pendidikan mengenai bagaimana pengelolaan sampah dan cara mendaur ulangnya terhadap anak-anak PAUD sangat perlu. Karena sejak kecil, mereka harus dibekali dengan gaya hidup yang mempunyai kesadaran tinggi peduli terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan.

“Alhamdulillah tadi pagi kita memberikan pembelajaran kepada 25 anak-anak PAUD. Sambil belajar dan bermain, anak-anak kita sangat antusias mengikuti pembelajaran yang kita berikan. Kegiatan yang kita laksanakan bagian dari tindak lanjut Hari Peduli Sampah Nasional 2019,” ungkap wanita yang lazim dipanggil Ana ini.

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan film kartun bertema lingkungan dengan judul Anak Cinta Lingkungan (ACIL). Film ini sebagai sarana edukasi lingkungan hidup untuk anak-anak agar tumbuh kesadaran menjaga lingkungan.

Anak-anak PAUD Ananda Bengkalis saat menonton film ACILMenurut Ana, materi pembelajaran melalui film kartun merupakan salah satu cara agar anak-anak usia dini bisa menerima pesan-pesan yang ditampilkan. Meskipun sosol ACIL belum sepopuler sosok Upin-Ipin, namun anak-anak PAUD Ananda Bengkalis antusias menyaksikan.

“Kita diharapkan dari anak-anak bisa terbentuk karakter yang cinta terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Ana.

Usai menyaksikan film ACIL, lantas anak-anak PAUD Ananda Bengkalis diajak untuk bermain sambil belajar, memilah sampah sesuai jenisnya. Mulai dari sampah plastik botol mineral, keras maupun sampah dari dedaunan.

Tidak hanya itu, menurut Nurhasanah, anak-anak diminta untuk bercerita tentang cara mengelola sampah di rumahnya. Pada umumnya mereka sangat antusiasi menceritakan bagaimana menangani sampah di rumahnya.

Anak-anak didaulat menjadi “duta” agar menyampaikan pesan khusus kepada ayah ibu mereka, supaya peduli menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak bisa mengingatkan orang tuanya, ketika tidak peduli terhadap lingkunganya.

“Rencananya, anak-anak PAUD ini akan menjadi nasabah Bank Sampah Berseri. Caranya, pada hari tentu mereka dianjurkan membawa sampah bernilai ekonomis ke PAUD, untuk disetorkan ke Bank Sampah,” ujar Hj. Nurhasanah.**(put)