PEKANBARU-gaungriau.com-- Muslim Madani Mart membuka Rest Area 22 yang berada di pinggir Jalan Lintas Timur Kulim dengan kerjasama memasarkan hasil produk ukm (usaha kecil mikro) produksi industri rumah tangga yang ada di Kecamatan Tenayan Raya.

Apalagi, sepanjang jalan lintas timur Pekanbaru Kulim tidak ada Rest area. Tidak hanya menyediakan tempat Rest area yang nyaman, Muslim Madani Mart menyediakan hiburan untuk melepas lelah pengendara yang singgah dengan menyediakan layar Tancap sekaligus nonton bareng (nobar) berbagai even seperti nomor pertandingan sepakbola dan balap motogp.

Safridon Pengurus Muslim Madani Mart mengungkapkan Muslim Madani Mart menyediakan Rest Area dengan berbagai fasilitas lengkap dan parkir yang luas dan memadai untuk berbagai macam kendaraan mulai kendaraan pribadi termasuk untuk truk dan mobik travel.

"Konsep Rest Area 22 ini that istirahat yang nyaman untuk pengendara yang pengen singgah istirahat. Karena, apalagi tidak ada rest area sepanjang jalan ini sampai Pelalawan, " terang Safridon kepada wartawan usai Soft Opening Muslim Madani Mart, Sabtu 16 Maret 2019.

Dijelaskannya, tidak hanya Muslim Madani Mart, juga dibuka Batik Rani dan souvenir dan produk makanan ukm di area Tenayan Raya sehingga bisa diberdayakan.

" Karyawan kami masyarakat tempatan. Nanti, disini juga ada restoran dan Coffee shop," ujar Safridon.

Dilanjutkannya, tujuan Muslim Madani Martin ini tidak hanya mencari keuntungan semata tapi tujuan untuk kemasyarakatan umat.

"Jadi, setiap belanja ada alokasi untuk pembuatan sumur wakaf untuk penyediaan air bersih kerjasama act (aksi cepat tanggap), " tandas Safridon

Sementara itu, Rahadan CEO SPBE Awal Brown Multi Karya mendukung adanya Muslim Madani Mart dan Rest Area 22 yang berada di dekat kawasan mereka.

"Karena sepanjang jalan lintas timur dari Pekanbaru ke Pelalawan tidak ada Rest area 22 tempat istirahat yang nyaman sehingga sangat membantu pengendara untuk istirahat tidak hanya dari Pelalawan juga dari luar provinsi Jambi, Palembang dan dari pulau Jawa yang lewat lintas timur, " tandas Rahadan.**(rud)