Gaungriau.com (SIAK) -- Dalam rangka menegakkan Perda pekat sebagai payung hukummenertibkan penyakit masyarakat di kabupaten Siak, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sita 199 boto miras.

"Operasi Pekat yang dilakukan Satpol PP di Koto Gasib pada Kamis 4 April 2019 malam itu merupakan dari menindak lanjuti surat edaran Gubernur Riau tentang ketentraman dan ketertiban umum," terang Kasat Pol PP Kabupaten Siak Kaharudin Nasution ,S.Sos, M.Si melalui Kasi Binwaslu Subandi,S.Sos, M.Si kepada sejumlah media.

Dalam operasi Pekat ini diturunkan sebanyak20 Orang personil Anggota Satpol PP, 3 dari anggota TNI. Yang menjadi sasaran operasi Penyakit masyarakat (Pekat) ini adalah warung remang-remang dan tempat hiburan malam alias kafe.

"Dari operasi pekat yang dilaksanakan satpol PPKamis malam di yang menjadi sasaran kita adalah sejumlah warung remang-remang di Kecamatan koto Gasib," jelas Dia.

Dalam razia yang dimulai sekira pukul 21.00 WIB tersebut Satpol PP menyisir jalan raya Koto Gasibyangdilaporkan warga banyak terdapat warung remang-remang serta banyak menyediakan miras dan pelayan wanita.

Tujuan dariRazia pekat ini dilakukan sebagai langkah menindaklanjuti edaran gubernur Riau tentang ketentraman dan ketertiban masyarakat yang akhir akhir ini disebabkan kembali maraknya aktifitas warung remang-remang, serta dugaanaktifitas maksiat di Kecamatan koto gasib.

Di lokasi itu, petugas menemukan sebuah ruko apotik yang didapati menjual miras,petugas kemudian mengamankan ratusan botol mirasdan langsung dibawa ke kantor Satpol PP sebagai Barang Bukti (BB) .

"Dan juga ditemukan warung sate kuat dugaanmenyediakan wanita pelayan hidung belang karena tersediasejumlah kamar- kamar yang mana pada razia tersebut berkemungkinan sudah bocor, sebab kamar-kamar tersebut tidak ada penghuninya," jelasnya.

Sementara barang buktiyang berhasildiamankan berupa miras, diantaranya birsebanyak 50 botol danGuines 145 botol.

"Razia pekat ini akan rutin kita lakukan dan ditambah lagi tidak berapa lama umat Muslim akan menjalankan Ibadahpuasa yang harus bersih dari penyakit masyarakatyang harus kita cermati secara bersama terhadap nilai-nilai bulan suci yang penuh barokah itu ,"Sebut Subandi lagi.**(jas)