PEKANBARU--Gaungriau.com--Bawaslu Riau bersama 2.500 Pengawas melakukan Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu, Minggu 14 April 2019 di Pekanbaru.

Penertiban APK dipimpin Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan. Penertiban dimulai dari kawasan Purna MTQ jalan Sudirman Pekanbaru. Pasukan pengawas dibantu Satpol PP Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru untuk menertibkan APK yang ada di Kota Bertuah.

Pengawas pemiku yang mengikuti penertiban terdiri dari 2.448 Pengawas TPS, 83 Pengawas Kelurahan/Desa, 36 Pengawas Kecamatan dan 5 anggota Bawaslu Kota Pekanbaru beserta staff dibantu ratusan Satpol PP.

Penertiban ini dilakukan berdasarkan pasal 167 huruf h undang -undang No.7 Tahun 2017 tentang masa tenang, dan Perbawaslu No.33 Tahun 2018, tentang pengawasan Kampanye Pemilu dimasa tenang.

Rusidi menyampaikan, masa tenang yang jatuh pada Minggu 14 April 2019, jajaran Pengawas Pemilu bersama Satpol PP Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru melakukan penertiban Alat peraga Kampanye (APK) secara serentak dan masif.

"Hari ini adalah hari dimulainya masa tenang dalam kampanye, Pengawas Pemilu mulai dari Pengawas TPS, Pengawas Kelurahan/Desa, Pengawas Kecamatan, Bawaslu Kota Pekanbaru, sampai dengan Bawaslu Provinsi Riau dibantu dengan Satpol PP akan melakukan penertiban APK diseluruh ruang publik di Kota Pekanbaru, " ungkap Rusidi.

Berdasarkan Pasal 298 ayat (4) UU No.7 Tahun 2017 yang bebunyi Alat Peraga Kampanye Pemilu harus sudah dibersihkan oleh peserta pemilu paling lambat 1 hari sebelum hari pemungutan suara. Dan Perbawaslu No.33 Tahun 2018, seluruh Pengawas Pemilu harus memastikan peserta pemilu tidak ada yang melakukan atau melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun dalam masa tenang.

Penertiban APK ini sontak menjadi sorotan masyarakat pengguna jalan yang sedang melewati lokasi tersebut. Penertiban disaksikan Ketua KPU Provinsi Riau Ilham Yasir, bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru.

Di masa tenang ini, jelas Rusidi, Bawaalu memaksimalkan pengawasan, ada dua masah yang kita giatkan, pertama kegiatan Tim Patroli Anti Money Politik, kedua penertiban APK. Rusidi juga menjelaskan bahwa Bawaslu Riau bersinergi dengan pihak kepolisian untuk mencegah dan menangkal pergerakan money politik melalui pateoli dan razia kendaraan yang diduga membawa barang Money Politik.

"Kita akan lakukan Razia kepada setiap kendaraan yang diduga membawa barang-barang untuk melakukan kegiatan money politik, dan hal ini cukup ampuh untuk meminimalkan terjadinya money politik di Provinsi Riau," tandas Rusidi.** (rud)