• Almarhum Hazairin petugas KPPS Kelurahan Delima Tampan Pekanbaru yang meninggal saat bertugas beberapa waktu lalu. (istimewa)

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Sebanyak 117 petugas Pemilu serentak 2019 di Riau meninggal dunia dan sakit. Mereka ada yang mengalami kecelakaan, kelelahan dan mengalami riwayat penyakit bahkan ada yang keguguran.

Komisoner KPU Riau, Nugroho Noto Susanto menjelaskan, petugas yang meninggal dan sakit tersebar di 12 kabupaten dan kota. Terbanyak, di Kabupaten Kampar dengan jumlah korban 16 orang.

"Untuk petugas Pemilu serentak yang meninggal sampai saat ini sudah 13 orang dan yang sakit 104 orang," ucap ugroho Noto Susanto Selasa 7 Mei 2019.

Untuk petugas TPS yang meninggal dunia di Riau ada di delapan kabupaten kota yakni Kota Pekanbaru dengan jumlah tiga orang. Kabupaten Rokan Hulu Siak dan Bengkalis masing masing dua petugas. Kemudian Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Kuansing dan Indragiri Hilir (Inhil) masing masing satu petugas.

Sementara untuk petugas Pemilu yang sakit terbanyak di Kabupaten Kampar dengan jumlah 15 orang, Pelalawan dan Rokan Hulu masing masing 12 orang. Di Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir masing masing 11 orang. Kabupaten Kuantan Singingi dan Siak masing masing 6 orang, Bengkalis, Indragiri Hilir Kepulauan Meranti dan Pekanbaru masing masing 5 petugas.

Mereka yang meninggal dan sakit seperti petugas PPS (Panitia Pemilihan Kecamatan), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan KPPS (petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara, Sekertariat KPU dan petugas Linmas (Perlindungan Marsyarakat).

"Kita turut berbelasungkawa dengan petugas Pemilu yang meninggal maupun yang sakit," imbuhnya.

Terkait meninggalnya 13 petugas penyelenggara Pemilu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan santunan kepada keluarga. Pemberian santunan kepada petugas Pemilu itu diserahkan oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Bupati Siak dua priode ini menyatakan kesedihannya terhadap belasan KPU maupun Bawaslu yang meninggal dunia saat bertugas.

"Kita berbelangsungkawa dengan meninggalnya petugas penyelenggara Pemilu. Ada 13 orang penyelenggara yang meninggal, 12 orang petugas KPU dan satu orang petugas Bawaslu," ucapnya.

Gubernur Riau menjelaskan, pihaknya memberikan santunan sebesar Rp 20 juta untuk masing masing keluarga korban. Uang sagu hati itu nantinya diharapkan bisa mengurangi beban keluarga.

"Sagu hati ini salah satu bentuk penghormatan kita kepada petugas. Pekerjaan mereka memang sangat berat dari proses persiapan Pilkada serentak, saat pencoblasan sampai penghitungan. Mereka gugur demi penyelenggaraan Pemilu," imbuhnya.

Selain petugas yang meninggal dunia, ada 104 petugas di TPS yang dirawat di rumah sakit. Terkait seratus petugas yang dirawat, Syamsuar mengaku mereka akan dibebaskan dari biaya.

"Sesuai intruksi dari Kementerian Kesehatan RI mereka bebas biaya pengobatan. Kita bangga dengan dedikasi petugas penyelenggara Pemilu. Saya pernah merasakan jadi petugas KPU memang berat, tapi tidak seberat seperti sekarang ini, apalagi kali ini Pemilu serentak,"tukasnya.**(nat)