Gaungriau.com (SIAK) -- Pasca kebakaran menerpa Rumah Tahanan (Rutan) kelas ll B Siak Riaudidamping Gubernur Riau dan Bupati Siak, Senin 13 Mei 2019 Menteri Hukum dan HAM RI , Yasonna Laoly meninjau langsung kelapangan Rutan Siak.

"Ya kita sangat menyayangkan sekali sampai terjadi kebakaran rutan Siakini ,kejadian seperti ini sudah pernah terjadi di rutan lain nya Hal fundamental di sini adalah persoalan kelebihan kapasitas menjadi salah satu faktor nya juga," kata Menteri Yasonna, usai melihat langsung kondisi Lapas yang terbakar, Senin 13 Mei 2019.

Sebab secara standarnya kata Yasona, Rutan Kelas ll B Siak seharusnya untuk 128 Napi, namun dikarenakan tingginya kejadian kasus, sehingga Rutan Siak harus dihuni sebanyak 648 orang dan kalau dipersentasekanpeningkatanjumlah penghuninya hampir 500 persen.

Dia juga menegaskan bahwa bagaimanapunrutan ini harus segera diperbaiki dulu menunggu proses pembangunan yang baru. Pasalnyamemang sudah ada lahan lima hektare disediakanolehPemerintah Kabupaten Siak, namun tentang rencana pembangunan nyabelum dipastikan lagi.

Karena untuk bisa dimulainyapembangunan Rutan yang baru itu, tentunya memerlukan dana yang lumayanbesar, kecualiPemerintah ProvinsiRiau bisa membantumengaloaksi anggaransebesar 35Milyar.

"Kita sangat mengharapkansekalibantuan dana baik untuk membangun rutan dialokasikan yang baru itu, baik dari Pemerintah Provinsi Riau maupun dari Pemerintah Kabupaten Siak, karena hal ini boleh dilakukan, sebab sudah banyak daerah-daerah yang sudah ikut berperan ikut membantu membangun Rutan," kata Yosanna.

"Apa lagi Gubernur saat ini ada disamping saya, ya kalau ada dana juga tidak masalah, dari bupati juga. Di sini kan ada banyak minyaknya. Dana kami ada, tapi ini kelebihan kapasitas dimana-mana, dana pemda juga dari Jakarta ada dana bagi hasilnya. Ini namanya sinergitas," sambung Yasonna.

Menkumham juga meminta bantuan agar pendanaan Rutan khusus Narkoba di Rumbai, Pekanbaru dibantu pemerintah daerah. Jika sudah bisa dipakai maka akan bisa mengurangi kelebihan kapasitas yang rata-rata diakibatkan membludaknya narapidana narkoba.

Saat ini lanjutnya sudah dilakukan pergeseran lebih dari 600 tahanan ke lapas lain dari Rutan Siak. Dikatakannya Rutan Siak perlu direnovasi secara temporer bangunan lama ini untuk tahanan yang statusnya belum inkracht.

Dari 648 tahanan di Rutan Siak sebelumnya sekitar 80 yang masih belum inkracht sehingga perlu berada di Siak. Selebihnya sudah dipindahkan ke Lapas Pekanbaru, Bangkinang, Bengkalis, dam Dumai.

"Perlu diketahui jumlah napi yang ada di Provinsi Riau dari secara total berjumlah12 ribuan, 7 ribuan diantaranya merupakan napi yang berasal dari kasus Narkoba," ungkap Menkumham.**(jas)