• H Agustiar SAg

Gaungriau.com (BAGANSIAPIAPI) -- Allah beri ganjaran pahala Ibadah Sunnah sama dengan Ibadah Wajib,Siapa yang melakukan ibadah sunah, nilainya seperti orang yang melakukan ibadah wajib di selain ramadhan. Dan siapa yang melaksanakan yang wajib, nilainya seperti orang yang melaksanakan 70 kali ibadah wajib di selain ramadhan.

Demikian dikatakan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Rokan Hilir H Agustiar SAg saat diminta penjelasannya di Bagansiapiapi, Selasa 14 Mei 2019. Untuk itu H Agustiar mengingatkan ummat muslim untuk menjaga puasa wajibnya dan memperbanyak ibadah sunnahnya pada bulan Ramadhan.

"Bulan Ramahdan ini kita kenal dengan bulan pengampunan dosa dan mafiroh,maka sebagai ummat muslim semua diperintahkan untuk menjalankan ibadah wajib puasa ramadhan dan zakat fitrah sebagai sarana taat kepada Allah. "Sebagai balasannya Allah memberi ampunan nya untuk kita yang menunaikan ibadah puasa.Selain itu bulan suci Ramadhan bulan yang penuh dengan kebaikan,setiap amal kebaikan pahalanya dilipat gandakan ,setiap dosa Allah ampuni asal bertaubat,maka bulan Ramdhan adalah bulan penuh ampunan,"ternagnya.

Menurut Agustiar, tidak sedikit pula seorang hamba yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus. Dalam hal ini Agustiar mengingatkan gunakan bulan pausa ini dengan sebaik-baiknya untuk beramal sholeh, sebab belum tentu umur seseorang sampai pada bulan puasa yang akan datang.

Selanutnya kata Agustiar, amalan lain perbanyak sedekah dan berinfak di bulan ramadhan ini."Misalkan besedekah makanan buka puasa,itu pahalanya sama seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala puasa orang yang kita beri sedekah,kemudian memperbanyak membaca Alqur,an dan menghatamkan," ujarnya.

Ditambahkan Agustiar, disunnahkan untuk beri‘tikaf terutama pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Salah satunya untuk mendapatkan pahala lailatul qadar yang menurut Rasulullah SAW ada pada malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan.

Dengan mengkhususkan diri berdiam selama beberapa hari di masjid untuk lebih ber mujahadah dalam ibadah, maka hal ini juga sebagai bentuk latihan pembentukan diri menjadi hamba Allah yang sedang mendekati Rabb nya. Baginda Nabi saw apabila datang sepuluh hari terakhir Ramadan maka beliau segera menyambutnya dengan penuh kekhusyuan.

”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya,"pintanya.**(zai)