• Kepala Menag Kota Dumai, H Syafwan

Gaungriau.com (DUMAI) -- Kantor Kementerian Agama ( Kemenag) mengimbau seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Dumai jaga stamina menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 1440 Hijriyah/2019 Masehi.

Seperti diketahui, tidak lama lagi 209 CJH akan berangkat menuju Embarkasi Pekanbaru mulai tanggal 10 Juli 2019 Karena mulai tahun ini pemberangkatan jamaah calon haji dilaksanakan di Pekanbaru Riau, tidak lagi di Batam, Kepulauan Riau.

"Mulai tahun ini pelaksanaan haji Dumai tidak lagi ke Embarkasi Batam, karena Riau sudah punya embarkasi antara di Kota Pekanbaru," kata Kata Menag Kota Dumai H Syafwan kepada media ini, Rabu 15 Mei 2019

Menurutnya, pemindahan embarkasi ini sudah dikoordinasikan dengan panitia haji Kemenag Riau, Pemerintah Provinsi Riau, Kemenag Dumai dan Pemkot Dumai untuk teknis persiapan dan pelaksanaan.

Calon haji asal Dumai sebelumnya berangkat ke Embarkasi Batam Provinsi Kepulauan Riau menumpangi jasa kapal feri ke Pelabuhan Sekupang Batam, namun nanti akan diantar ke Kota Pekanbaru dengan armada bus.

Karena embarkasi berubah maka jumlah panitia haji, baik dari kemenag maupun pemerintah daerah akan mengalami pengurangan, misalnya, petugas pembimbing dan tim kesehatan, jelasnya.

Disamping itu H Syafwan juga mengatakan ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang sehat. Kesehatan jadi penunjang CJH dalam melaksanakan tahapan-tahapan ibadah haji.

"Sehat itu penting agar pelaksanaan ibadah haji bisa berjalan dengan baik," pesannya.

Ia meminta masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca dan iklim di Saudi Arabia saat ibadah haji. Pasalnya, cuaca di Saudi Arabia berbeda dengan cuaca di Indonesia.

"Dari kelembaban udara berbeda. Ketika siang panas terik sekali, ketika malam dingin sekali,” katanya.

Jika kondisi tubuh lemah, maka kondisi ini bisa mengganggu kesehatan CJH tersebut. Cuaca di Saudi Arabia kebanyakan mengakibatkan batuk.

“CJH harus bawa perbekalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan ada tiga tas. Ketika mau pergi ke Arab Saudi melaksanakan ibadah haji atau pulang dari Arab Saudi usai ibadah haji, maka jangan ditambah tas bawannya,” pintanya.

Kelebihan bawaan, kata Syafwan, bisa berujung pada pemeriksaan oleh petugas bandara. “Kalau mau nambah beli oleh-oleh gunakan travel pengiriman agar lebih aman,” terangnya.

Mantan Kepala KUA Bukit Kapur ini juga berharap seluruh CJH mempersiapkan diri dan paham terhadap jadwal keberangkatan. CJH juga harus jaga akhlakul karimah lantaran sebagai perwakilan Indonesia. Selama ini, CJH Indonesia terkenal santun dan ramah. Hal ini harus tetap dipertahankan agar nama baik Indonesia di dunia internasional harum.

“Semua harus menunjukkan sikap warga negara yang baik. Apalagi kita adalah negara dengan mayoritas umat muslim terbesar,” tukasnya.

“Sebelum berangkat ke Pekanbaru, saya akan lepas di Pendopo dulu,” katanya.

Jika tidak ada perubahan jadwal, Syafwan mengatakan dirinya juga akan turut mengantarkan keberangkatan para CJH asal Dumai dari Embarkasi Pekanbaru untuk melepas calon jemaah haji Dumai” tukasnya.**(sar)