• Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi didampingi Kadis Sosial Kota Pekanbaru Hj Chairani S.STP. M.Si, Camat Payung Sekaki Nurhasminsyah menyerahkan bantuan korban kebakaran kepada Helmiyardi warga Kel Tirta Siak Kec Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Senin 10 Juni 2109.

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Kepedulian Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap korban bencana alam dan bencana sosial di Kota Pekanbaru tidak bisa diragukan lagi. Pasalnya, Dinas Sosial Kota Pekanbaru bekerjasama dengan relawan Tagana selalu cepat dan tanggap dalam memberikan perhatiannya kepada korban.

Senin 10 Juni 2019 kemarin, Dinas Sosial Kota Pekanbaru kembali menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini bantuan diserahkan kepada Helmiyardi warga RT 3 RW 4 Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekali Koto Pekanbaru, sebelumnya Dinas Sosial Kota Pekanbaru juga telah memberikan bantuan korban kebakaran kepada 3 Kepala Keluarga di Kelurahan Bandar Raya Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru dan 1 KK warga Kelurahan Okura Kecamatan Rumbai Pesisir.

Bantuan yang diserahkan tersebut antara lain berupa sembako yakni telor, beras, minyak goleng, gula, teh dan mi instan, kemudian juga disalurkan Bantuan dari Kemensos RI berupa Matras, selimut, permakanan paket A, B dan C, Terpal, Famili Kit, Lauk Pauk, kebutuhan khusus lansia, seragam sekolah, perlengkapan dapur keluarga Kids Ware dan perlengkapan belajar anak.

Di Kelurahan Tirta Siak, bantuan ini diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat
Cahyadi S.Si didamping oleh Kadis Sosial Kota Pekanbaru Hj Chairani S.STP M.Si, Camat PayungSekaki Nurhasminsyah, Kabag Linjamsos Dinas Sosial Kota Pekanbaru Langgeng Widodo, M.Kes, dan Kasi Bantuan Sosial Martini S.Sos M.Si, Lurah Tirta Saik Hadi Saputra, babinsa, Ketua FK Tagana Kota Pekanbaru Azwar S.Hum dan dihadiri juga ketua RT, RW dan disaksikan masyarakat setempat.

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi S.Si dalam sambutanya mengatakan turut berduka ataskejadian kebakaran yang menimpa keluarga Helmiyardi seorang pegawai orsorshing yang bekerja sebagai supir di PANIN bank tersebut. Apa yang terjadi pada Emi (panggilan Helmiyardi) ini sudah merupakan ketetapan dari Allah SWT yang tidak bisa dielakan. Untuk itu, sebagai orang beriman semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT, dengan ucapan innalillahi wainna ilaihi rojiun. "Ungkapan ini tidak hanya untuk orang yang meninggal tapi juga kejadian seperti ini. Ini adalah ujian dari Allah SWT semoga ada hikmat dibalik semua itu. Dan Allah ganti dengan yang lebih baik, Aamiin," ujar Ayat Cahyadi

Wawako ini mencontohkan seorang tukang bakso, yang baksonya tumpah ke sawah akibat mengejar mobil tumpangan. Tapi mobil yang ingin ditimpanginya ternyata kecelakaan dan baksonya yang tumpah dibeli oleh orang untuk makanan ikan.

"Coba si penjual bakso itu ikut mobil yang dikejarnya tadi, tentunya ia akan celaka. Namun Allah SWT menyelamat dia dengan cara baksonya tumpah ke sawah. Jadi, inilah hikmahnya, Dia selamat gara-gara baksonya tumpah dan baksonya yang tumpah itupun dibeli orang untuk makan ikan," kataAyat mencontohkan.

Untuk itu, Wawako berharap kepada pihak korban agar bersabar dalam menghadapi cobaan ini, dan semoga Allah SWT memberikannya yang terbaik. "Dan kepada pihak kecamatan, lurah dan RT/RW, agar dapat membantu korban, terutama terkait mengenai surat menyurat yang terbakar dan hal-halnya," imbau Wawako.

Sementara Camat Payung Sekaki Nurhasminsyah mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan kelurahan siap membantukorban dalam segala urusan, misalnya tentang pengurusan surat menyurat yang terbakar, seperti surat tanah, kartu keluarga dan ijazah dan lain sebagainya.

"Untuk surat menyurat yang terbakar, nanti kita bantu. Mohon kepada pak RT dan RW buat suratpengantarnya apa-apa saja surat yang terbakar sampaikan ke Lurah, nanti kita bantu sampaiselesai. Dan untuk Ijazah kita sampaikan ke Dinas Pendidikan nanti," jelasnya.

Selain itu, terkait rumah yang terbakar, pihak kecamatan bekerjasama dengan pihak kelurahan akan mengusulkan bantuan untuk pembangunannya melalui program rumah layak huni yang diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

"Coba nanti kita usulkan, mudah-mudahan terkabulkan, karena ini sangat memprihatinkan dimanaanak-anak sangat membutuhkan tempat," ungkapnya.**(azw)