Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Cabai Merah menjadi salah satu yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi 0,68 persen di Provinsi Riau pada Mei 2019 atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 137,02 pada April 2019 menjadi 137,95 pada Mei 2019. Tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,92 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 2,31 persen.

Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom Senin 10 Juni 2019 menjelaskan, Inflasi Riau pada bulan Mei 2019 sebesar 0,68 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflasi sebesar 2,13 persen dengan andil inflasi sebesar 0,50 persen, dimana komoditas utama yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, kentang, bawang putih, pepaya, jeruk dan lain-lain.

"Berikutnya inflasi juga terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yakni sebesar 0,64 persen dengan andil sebesar 0,11 persen, kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,45 persen dengan andil sebesar 0,03 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,16 persen dengan andil sebesar 0,03 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen dengan andil sebesar 0,01 persen," jelas Aden.

Sedangkan dua kelompok pengeluaran lainnya diuraikan Aden, mengalami deflasi yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi sebesar -0,06 persen dengan andil deflasi sebesar -0,004 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen dengan andil deflasi sebesar -0,001 persen.

"Semua kota IHK di Provinsi Riau mengalami inflasi, yakni Pekanbaru sebesar 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 137,53, Dumai sebesar 1,05 persen dengan IHK sebesar 137,82 dan Tembilahan sebesar 1,29 persen dengan IHK sebesar 142,58," ujarnya.

Sementara dari 23 Kota di Sumatera yang menghitung Indeks Harga Konsumen dengan tahun dasar 2012=100, Aden menambahkan bahwa pada Mei 2019, semua kota tersebut mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,78 persen, diikuti oleh Kota Bungo sebesar 1,60 persen dan Kota Banda Aceh sebesar 1,48 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,21 persen.

"Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang, Banda Aceh dan Medan. Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kotakota di Provinsi Riau berturut-turut: Tembilahan urutan ke-6, Dumai berada pada urutan ke-8 dan Pekanbaru urutan ke-18," tutupnya.**(mad)