Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada September 2019 di Riau terjadi deflasi sebesar -0,32 persen, atau terjadi penurunan IndeksHarga Konsumen (IHK) dari 141,02 pada Agustus 2019 menjadi 140,57 pada September 2019. Tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,84 persen, sedangkan Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 4,02 persen.

Deflasi Riau pada September 2019 sebesar -0,32 persen terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makananyang mengalami deflasi sebesar -1,42 persen dengan andil deflasi sebesar -0,36 persen, dimanakomoditas utama yang memberikan andil deflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, cabai rawit dan buncis," jelas Kepala BPS Riau Drs Misfaruddin, MSi, Selasa 1 Oktober 2019 dikantornya.

Dilain itu, lanjut Misfaruddin, Deflasi juga terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yakni sebesar -0,04 persen dengan andil sebesar -0,003 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi sebesar -0,01 persen dengan andil sebesar -0,002 persen.

Sedangkan empat kelompok lainnya mengalami inflasi,dimana inflasi tertinggi terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,31 persen dengan andil sebesar0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, kelompok
transpor.

"Komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen dengan andil sebesar 0,02 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen dengan andil sebesar 0,01 persen," ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, pada September 2019, sembilan belas kota mengalami deflasi, dengan deflasitertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar -1,94 persen, diikuti oleh Kota Medan sebesar -1,92 persen
dan Kota Pematang Siantar sebesar -1,18 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar -0,11 persen.

"Dari 10 ibukota Provinsi di Sumatera, deflasi tertinggi terjadi di Kota Medan, Padang dan Banda Aceh. Berdasarkan urutan deflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota diProvinsi Riau berturut-turut: Dumai urutan ke-7, Tembilahan urutan ke-14 dan Pekanbaru beradapada urutan ke-16," jelasnya.**(mad)