GAUNGRIAU.COM, PEKANBARU - Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi, SH MCL menerima tropi runner up PS UIR di Liga Berjenjang U21 Piala Menpora 2019, dan sejumlah penghargaan yang diperoleh mahasiswa dalam berbagai lomba nasional serta international. Penyerahan itu berlangsung di Gedung Rektorat UIR Jalan Kaharuddin Nasution 113 Pekanbaru, Selasa siang (01/10/2019).

Turut hadir Wakil Rektor I Syafhendry, Wakil Rektor II Asrol, Wakil Rektor III Rosyadi, Kepala BAAK Akmar Efendi, Wakil Dekan III Fisipol Kasmanto Rinaldi, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Isril, Manager PS UIR Askarial, Pelatih Kepala Abrar, Raffly Henjilito, Ricky dan para pemain PS UIR.

Rektor juga menerima tiga mahasiswa UIR yang tampil sebagai juara umum pada International Young Social Entrepreuners Competition 2019 di Multi Media University Malaka Malaysia. Yakni Tengku Said M Farid (Agribisnis Faperta), Abi Habibi (Bahasa Inggris FKIP) dan Rian Pratama (Teknik Informatika Fak Teknik).

Ketiganya didampingi Dr Raihanatu Binqalbi Ruzain sebagai mentor. Serta Herman, Silvia Anggraini dan Indica Septriyanti dari Program Studi Pendidikan Kimia FKIP yang terpilih juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Termasuk Dosen Pembimbing mahasiswa Arief Yandra Putra, M.Si

Rektor Syafrinaldi, mengucapkan terima kasih atas capaian prestasi para mahasiswa di berbagai kejuaran dan lomba. Menurutnya, dengan kerja maksimal dari semua elemen pada cabang-cabang yang diperlombakan, seperti sepakbola, entrepreneurs dan karya tulis ilmiah, prestasi bisa diraih. ''Saya bangga. Tanpa prestasi mahasiswa, UIR tak ada apa-apanya,'' ujar Rektor.

Prestasi tersebut diraih atas sentuhan berbagai pihak. Misalnya sepak bola, PS UIR tampil sebagai runner-up Piala Menpora 2019 di Yogyakarta, juga tidak lepas dari peran ketua umumnya, manejer, pelatih, official, dan para pemain.

"Kita bangga PS UIR gemilang mengolah si kulit bundar walau hanya tampil sebagai runner up. Begitu pula dengan lomba entrepreuners dan karya tulis ilmiah. Kedua lomba terakhir skalanya international dan nasional. 'Ini prestasi yang sangat luar biasa,'' tandasnya.

Dihadapan para pemain PS UIR, Rektor mengaku tidak kecewa bila tim kebanggaan universitas itu gagal membawa Piala Menpora ke kampus seperti kisah sukses di tahun 2017. Pasalnya, selain lawan-lawan yang dihadapinya tangguh juga tak mudah menjuarai turnamen nasional ini dua kali.

''Saya menyaksikan langsung partai final melalui youtube. Saya melihat sendiri bagaimana keras dan beratnya perjuangan Ivan Fadhilla dan kawan-kawan. Alhamdulillah menjadi runner up pun sudah sebuah kebanggaan bagi saya,'' ungkap Rektor.

Syafrinaldi punya keinginan, UIR menggelar liga mahasiswa antaruniversitas di Asia Tenggara. UIR memiliki kerjasama yang baik dengan berbagai universitas di Asia Tenggara. Silakan digagas dan dilaksanakan liga mahasiswa se ASEAN apalagi kita memiliki stadion yang representatif. ''Kalau perlu partai finalnya kita laksanakan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai,'' ujar Rektor.

Liga Antar Asia Tenggara, tambah Syafrinaldi, penting kita gelar. Di samping terus mengasah kemampuan PS UIR juga mempererat hubungan kerjasama tri dharma perguruan tinggi. Serta bagian dari perwujudan Visi UIR 2020. ''Saya yakin kita mampu menggelarnya. Liga ini dapat kita agendakan setiap tahun sama seperti kejuaraan Piala Menpora,'' tegas Syafrinaldi.(rla)