• Asisten I Pemko Pekanbaru, Azwan

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Pemerintah Kota Pekanbaru membuka peluang bagi investor dari Korea yang akan mengolah sampah di Pekanbaru menjadi tenaga listrik.

Bertempat diruang rapat MPP Pekanbaru, Rabu 2 Oktober 2019 pagi, dipimpin Asisten I Sekda Pekanbaru, Azwan, digelar pertemuan dengan investor Korea tersebut. Selain juga hadir Kabid Promosi dan investasi DPM PTSP Kota Pekanbaru, Desy Triana.

Direncanakan bulan ini, pihak investor segera akan melakukan studi kelayakan di Kota Pekanbaru dan diperkirakan pada April nanti akan rampung.

Kepala Bagian Humas Setda Pekaanbaru, Masr Irba Sulaiman menjelaskan, hasil studi kelayakan sangat menentukan apakah pihak Korea tersebut jadi atau untuk berinvestasi di Pekanbaru.

"Hasil studi kelayakan ini nanti dipresentasikan dan baru diputuskan bisa lanjut atau tidak,"jelas Irba.

Namun dari pembicaraan awal, pihak Korea menyebut akan menanamkan invetasi sejumlah $ 200 juta USA di Pekanbaru.

"Bila nanti kerjasama berlanjut kita akan sesuaikan regulasi yang berlaku, supaya nanti tidak terlanjur jalan dan berbenturan dengan aturan,"tekan Irba.

Sampah yang akan diolah nanti menurut Irba lagi tidak hanya sampah yang baru dibuang ke TPA namun juga sampah yang sudah bertahun-tahun menumpuk di TPA.

Sementara itu Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru, Elmawati menambahkan sedikitnya setiap hari produksi sampah yang dihasilkan warga Pekanbaru lebih dari 1000 ton.

Dimana 800 ton diantaranya dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA muara fajar.

Sisa sampah yang tidak dibuang ke TPA kemungkinan didaur ulang atau diambil pemulung. Namun untuk catatan data pembuangan sampah ke TPA setiap harinya yang masuk ke DLHK Kota Pekanbaru adalah 800 ton.

"Kita sangat bersyukur kalau memang kerjasama pengolahan sampah ini terealisasi. Karena bagi kita sampah yang sudah masuk TPA sudah tidak berguna namun ternyata ada tekhnologi untuk pengolahannya,"sebut Elma .

Lebi jauh Elma juga mengatakan saat ini seluruh sampah yang dibuang ke TPA ditampung dilahan seluas 5 ha.

Namun kemungkinan jika sampah yang ada tidak diolah lagi atau dibiarkan menumpuk begitu saja, 5 tahun mendatang TPA akan segera penuh. Dan Pemko Pekanbaru tentu harus mencari lahan lain untuk TPA baru.

"Kalau nanti diolah tentu sampah di TPA akan bisa dilumat seluruhnya oleh tekhnologi dr Korea ini dan TPA kita bisa berumur panjang," tutupnya.**(saf)