• Bupati Siak, Drs H Afedri MSi

Gaungriau.com (SIAK) -- Salah satu indikator Smart Kampung ialah pelayanan publik dengan pendekatan teknologi informasi, selain juga pengembangan ekonomi desa dan pengentasan masyarakat dari kemiskin.

"Dengan program itu pula, saat ini inovasi tumbuh subur. Desa-desa berlomba menampilkan inovasi masing-masing sehingga warga desa kian mudah dan murah mengakses layanan publik,"kata Alfedri saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan penjabat penghulu di Tualang, selasa, 1 Oktober 2019.

Ketertarikan Alfedri dengan inovasi berbasis online Smart Kampung yang saat ini sedang eksisi di kabupaten Banyuwangi selalu disampaikannya, dalam setiap kesempatan. Melalui program smart kampung, kata Alfedri mendorong desa untuk mengadaptasi kemajuan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan. Desa yang selama ini dianggap kampungan dan tertinggal ingin diubah dengan sentuhan digital.

"Kami mendorong program smart kampung agar dapat diterapkan di kabupaten Siak. Inovasi Ini di mungkinkan dengan keberadaan uu no 6/2014 tentang kampung, yang mana desa atau kampung diberi kewenangan dan keleluasan untuk berinovasi dan kreatifitas. Inovasi ini kita harapkan dapat meningkatkan semua potensi yang ada di kampung-kampung.

Lanjutnya, smart kampung di sana sangat membantu dan permudah untuk melihat hasil dari penggunaan dana mulai dari 5 persen hingga sudah di gunakan dengan target 100 persen.

"Dana kampung dapat di akses di beberapa tahun terakhir sampai dengan tahun berjalan, mulai dari progres 10-50 sampai dengan 100 persen kita tahu bupatinya pun dapat mengetahuinya,"ungkap Alfedri.

Masih kata dia, Tujuannya apa selain pengawasan juga memaksimalkan dana Kampung agar tepat sasaran dan masyarakat dapat menikmati manfaat dari dana kampung itu sendiri.

Selain itu kata Alfedri, Smart kampung juga dapat mempermudah dalam penyusunan APBKAM, meskipun aplikasinya sudah duluan di buat oleh kementerian terkait.

Kemudian dengan smart kampung data penduduk miskin by name nya kita bisa tahu setiap penduduk, kemudian dimana tempat tinggalnya. Bisa di lihat dan diketahui dari 14 Variabel data penduduk miskin.

"Kita dapat mengetahui berapa pendapatannya, ukuruan rumahnya, lantai rumah nya terbuat dari apa dan lain-lain. Semuanya sudah ada dapat di akses melalui aplikasi tersebut. Kemudian apa saja bantuan yang sudah diberikan baik dari pemerintah daerah, maupun dari swasta, kalau kita di Siak melalui forum CSR juga melalui BAZNAs ini bisa kita akses semua. Tujuannya dari data yang ada mereka cepat kita bantu,"terangnya.

Ia juga berharap penerapan program smart kampung kantor penghulu atau balai penghulun ini menjadi tempat pelayanan terpadu. sehingga kantor penghulu bisa dijadikan rumah kreatif citizen sourcing.

Kantor penghulu dapat memfasilitasi masyarakat dan generasi muda yang punya ide-ide inovasi, kreatifitas bisa di terapkan di balai kampung, sehingga hubungan yang baik antara masyarakat dan penghulu terjalin dengan baik.

"Smart Kampung juga dapat digunakan tempat pemasaran produk unggulan UMKM yang ada di setiap kampung, kami harap kepada penghulu untuk kembali mendata berapa jumlah pelaku UMKM dan produk ekonomi kreatifnya yang ada di kampungnya masing-masing. Bagaimana kedepan melalui produk UMKM berdaya saing dengan memperhatikan kemasan dan kualitas produk melalui online dapat di pasarkan,"paparnya.

Ia mengharapkan Inovasi bagus ini dapat diterapkan di kampung-kampung. Kemudian dana di setap kampung kita besar ini bisa kita anggarkan melalui APBD kampung, dengan penguatan jaringan internet di setiap kampung dengan penambahan bandwidth di kantor agar tersedia jaringan wifi.

Ini lah yang menjadi perhatian bupati Alfedri, pelaksanaan Inovasi smart kampung sudah di mulai dari kampung Mandi Angin Minas bekerjasama dengan UNRI dan PT Arara Abadi mendorong smart kampung dan e-library.**(jas)