Gaungriau.com (DUMAI) –Dewan Pimpinan cabang Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Bukit Kapur Kota Dumai, Propinsi Riau dalam menyikapi keluh resah warga di lima kelurahan meminta pemerintah daerah untuk mengintensifkan penertiban dan pengawasan terhadap banyaknya warung warung yang menyediakan mesin dindong dan mesin tembak ikan ikan . Apabila tidak dilakukan, FPI akan turun sendiri untuk melakukan penertiban tersebut.

Puluhan anggota FPI ini menyerukan hal tersebut melalui akses media terlebih dahulu, agar di sikapi secara bijak oleh pemerintah Kota Dumai, terutama unsur pimpinan kecamatan (Upika) Bukit Kapur .

Selain itu FPI juga melakukan pengumpulan data lapangan serta telah melakukan audiensi rapat kepada pihak kecamatan bersama tokoh masyarakat dan ulama, Jumat 4 Oktober 2019 di aula rapat kecamatan Bukit Kapur, ujar ketua Dewan Pimpinan Cabang Kecamatan Bukit Kapur Drs Muhammad Nazir kepada awak media.

“Kami menuntut kepada Camat dan jajarannya untuk segera menertibkan dindong dan mesin tembak ikan ikan serta warnet yang membenarkan pelajar mengunakan atribut sekolah pada jam sekolah, serta buka terlalu larut malam, terutama yang tidak memiliki izin" ujar pak ustad Nazir dengan tegas.

Selain itu, ketua FPI Kecamatan Bukit Kapur ini juga meminta kepada Camat untuk melakukan evaluasi, terkait keberadaan dindong dan mesin tembak ikan ikan yang benar benar telah meresahkan warga terutama kaum ibu rumah tangga. " Kita juga mintak warnet yang memiliki izin segera di berikan teguran jika melanggar aturan dan menyebakan keresahan, " cakapnya dengan tegas.

FPI berserta tokoh ulama dan pemuda pada saat audiensi sepakat menuntut bagi tempat atau warung yang memiliki atau menyediakan mesin dindong, mesin tembak ikan ikan agar segera menutup dindong bahkan tebak ikan ikan. "Apabila camat dan jajarannya tidak segera bertindak tegas, secara terpaksa Kami FPI dan Masyarakat akan menindak tegas, tapi tetap koordinasi dengan yang berwajib tanpa meninggalkan ahlaqul karimah,” ujarnya.

Apabila ada pengawasan yang ketat dari Pemerintah, dalam hal ini Satpol PP dan juga pihak berwajib, tempat-tempat penyakit masyarakat, baik dindong, mesin tembak ikan ikan , pusat hiburan warung remang remang maupun warnet nakal bisa dikendalikan. Minimal bisa mengurangi keresahan warga.

“Kami juga meminta agar warnet yang dekat dengan sekolah, tempat ibadah atau fasilitas umum untuk segera direlokasi, agar masyarakat terutama anak-anak tidak terpengaruh dengan adanya mereka,” Jelas ustadz nazir mengakhiri.

Camat Bukit Kapur Bustamam, dengan tegas akan segera melakukan penertiban. Langkah awal, sesuai kesepakatan tokoh masyarakat dan ulama serta pemuda dan LPMK bahkan Ketua RT, Jumat 4 Oktober 2019 agar dilakukan Persuasif terlebih dahulu dengan cara menyurati pemilik warung mengembalikan mesin dindong dan mesin tembak ikan ikan ke pemiliknya , karena warga kita hanya tergiur fee ditawarkan pemilik. " Bila tak di indahkan maka akan di ambil tindakan secara hukum" ujar Bustamam.**(sar)