• Rektor Umri Dr Mubarak MSi saat memindahkan kucir salah seorang wisudawan

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Melalui sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Diploma ke-XVII, Sabtu 26 Oktober 2019, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) lepas 395 mahasiswa dari 7 Fakultas. Riri Gusfita dari Prodi Fisika, Fakultas MIPA dan Kesehatan tanpil sebagai pemuncak Universitas dengan meraih Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3.89.

Adapun 395 wisudawan itu terbanyak berasal dari berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan 121 orang, disusul Ilmu Komunikasi 71 orang, Fakultas Teknik 61 orang, Fakuktas MIPA dan Kesehatan 52 orang, Fakultas Ilmu Komputer 52 orang, Fakultas Hukum 28 orang, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 10 orang. Hebatnya, dari 395 yang diwisuda kali ini, 63 diantaranya lulusa dengan predikat Cumlaude.

Rektor Umri Dr Mubarak MSi pada wisuda periode Oktober ini mereka merupakan angkatan tahun 2014 dan 2015, dan pelaksanaan wisuda kali ini juga merupakan jumlah peserta terbanyak. "Wisuda kali ini sangat istimewa, selain banyaknya jumlah lulusan yang meraih predikat Cumlaude, wisuda kali ini juga merupakan yang terbanyak jumlah pesertanya," kata Mubarak.

Dalam kesempatan itu Rektor juga memaparkan berbagai keberhasilan Umri, baik dibidang akademik, dan non akademik, yang diraih olah Dosen maupun Mahasiswa. Seperti untuk Program Studi (Prodi) yang ada saat ini rata-rata sudah terakreditasi B.

Rektor juga berpesan kepada wisudawan untuk bisa mengambangkan diri setelah nantinya berada ditengah masyarakat, menciptakan lapangan kerja sendiri merupakan suatu pilihan terbaik, ketimbang harus bergantung kepada orang lain dalam bekerja.

"Dengan telah dibekali berbagai ilmu tentang kewirausahawan, kami berharap jangan ada diantara Mahasiswa Umri yang diwisuda hari ini menjadi pengangguran," tegas Rektor.

Sementara Riri Gusfita pemuncak Universitas dalam wisuda kali ini mengaku sangat bersyukur bisa menyelesaikan studi di Umri dengan predikat sebagai pemuncak Universitas. Dia menceritakan, Selama 4 tahun kuliah di Umri, dia mengikuti ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2018 menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan.

"Bersama dengan sejumlah teman seangkatan lainnya, kami membuat jam serat tebu yang hingga kini masih diproduksi dan dijual sebagai oleh-oleh atau souvenir khas Riau. Meski terlahir dari keluarga sederhana, namun setiap doa dan usaha yang dilakukan pasti tidak akan mengkhianati hasil. Setelah lulus nanti, saya berencana akan terus melanjutkan bisnis jam serat tebu dan memasarkannya ke kancah nasional dan internasional,"ujarnya.

Ikut hadir dalam acara wisuda kali ini Antaralain Gubernur Riau diwakili oleh Kepala Biro Administrasi dan Kesra Setdaprov Riau Masrul Kasmy, Kepala Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI, Jamurin, SH, MH, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau, Amran Hasan dan Ketua Badan Pembina Harian Umri, Prof Isjoni, serta orang tua para wisudawan dan tamu undangan lainnya.**(mad)