Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi rencana kepulangan WNI yang tertahan di Muar agar bisa pulang ke Indonesia.

Para WNI yang sebagian besar berasal dari Bengkalis dan Dumai ini akan pulang melalui pelabuhan Kukup dengan jalur Tanjung Balai Karium dan berlanjut ke Dumai.

Hal tersebut diungkapkan KJRI Johor Bahru melalui Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru, Anang Fauzi Firdaus, kepada wartawan, Sabtu malam 21 Maret 2020, melalui saluran telepon.

Anang mengatakan sampai saat ini (pukul 18.30 WIB), sudah ada 37 orang yang berencana akan pulang ke Dumai melalui pelabuhan Kukup.

Sambil menunggu keberangkatan besok hari, karena sudah tidak ada tempat tinggal, KJRI malam ini membantu penginapan. Kemudian membantu transportasi menuju pelabuhan Kukup karena di KJRI ke pelabuhan Kukup lumayan jauh.

KRJI Johor Bahru mengetahui adanya WNI yang terlantar di Muar, sambung Anang, berawal informasi yang disampaikan oleh Purwaji (Ketua GP Ansor Riau).

Berdasarkan informasi awal tersebut pihaknya langsung menghubungi salah seorang penumpang yang terlantar sebagaimana dilaporkan oleh Purwaji.

Dari komunikasi tersebut diperoleh informasi bahwasanya WNI yang di Muar sudah berpencar, ada yang ke Johor Baru dan ada juga yang ke Pontian. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengecek kondisi di pelabuhan Muar dan ternyata sudah sepi.

Selanjutnya, Tim KJRI bergerak menuju Pontian dan sana bertemu dengan beberapa WNI yang akan kembali ke Indonesia melalui pelabuhan Kukup, Pontian.

“KJRI telah meminta pelabuhan Kukup agar menyedikan kapal dan telah disanggupi sebanyak 4 kapal. Besok pagi sekitar jam 7 WNI sudah bisa beli tiket untuk balik ke Indonesia,” ujar Anang seraya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Purwaji yang telah memberikan informasi.

Purwaji sendiri mendapatkan informasi adanya WNI yang terlantar di pelabuhan Muar dari Willy warga Dumai yang ikut terlantar di Pelabuhan Muar. Willy itu awalnya yang dalam kunjungannya ke Malaysia mengikuti arahan kerajaan (Pemerintah Malaysia) untuk tetap tinggal di dalam rumah karena merebaknya pandemi virus corona disana. Namun pada tanggal 19 Maret pihak kerajaan mengeluarkan maklumat agar warga negara asing yang izin tinggalnya akan segera habis keluar dari Malaysia.

Willy begitu mendapat konfirmasi dari kedutaan langsung menuju pelabuhan fery Muar untuk pulang ke Dumai, Indonesia. Tapi sampai pelabuhan, ternyata Pemerintah Indonesia sudah menutup perbatasan dan melarang masuk ke Indonesia termasuk ke Riau.**(put)