• Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi

Gaungriau.com (SIAK) -- Di beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan cara menempelkan stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’ di rumah masyarakat penerima program bantuan sosial (Bansos) sebagai siasat agar bantuan tersebut bisa tepat sasaran.

Cara itu dinilai ampuh supaya penerima yang ternyata kategori mampu malu menerima Bansos tersebut.

Namun di Kabupaten Siak, Bupati Alfedri telah mengambil kebijakan untuk tidak melakukan hal seperti itu, ia lebih cendrung kepada memvalidkan data penerima bantuan untuk masyarakatnya agar benar-benar tepat sasaran.

“Tidak sampai seperti itu, kami lebih memvalidasi data penerima agar tidak tumpang tindih. Kami bersama Forkopimda juga telah memonitoring untuk penyaluran Bansos di Siak,” Kata Bupati Alfedri, belum lama ini.

Di luar bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan (BSP), pemerintah daerah juga melakukan pendataan kepada penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi yang terdampak akibat Covid-19.

“Jadi kami kontrol betul penyaluran bantuan itu. Kami sudah konsep dan ada matriksnya untuk penerima PKH, BSP, BLT Kemensos, BLT Provinsi, BLT Dana Desa dan Sembako bersumber APBD,” lanjut Bupati Alfedri.

Untuk bantuan Sembako, Pemerintah Kabupaten Siak telah menganggarkan sebanyak 32.000 keluarga yang akan menerima paket Sembako selama tiga bulan bagi yang terdampak Covid-19.**(infotorial/jas)