Gaungriau.com (SIAK) -- Dengan diberlakukan PSBB, selama 14 hari kedepan , maka berbagai kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak, termasuk kegiatan semua rumah ibadah dikabupaten Siak selama PSBB berlangsung ditutup.

Perihal tersebut disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Siak Drs Muhtarom usai doa kebangsaan bersama lintas Agama diruang pucuk rebung kantor Bupati Siak, Kamis 14 Mei 2020.

"Pada intinya, seluruh lembaga agama Islam Riau di provinsi Riau termasuk Kabupaten Siak, bahwa untuk tahun ini, ditiadakan mulai dari takbiran yang biasanya kita laksanakan pada malamnya itu termasuk tidak melaksanakan sholat dirumah ibadah," jelas Muhtarom.

"Dan tetap dirumah kita masing-masing, jadi takbiran dirumah kita masing-masing tidak jalan-jalan ,pembatasan untuk beribadah seluruh masjid ditutup untuk umum
hanya bisa didengar untuk yang azan ,karena itu untuk menunjukkan masuknya waktu sholat," lanjutnya.

Langkah pembatasan untuk kegiatan beramai -ramai sudah di informasi kan hingga masyarakat di pelosok, sudah lama di sosialisasi kan oleh Pemerintah dan juga oleh pihak kepolisian, Kemudian termasuk di dalamnya dan sudah disosialisasikan lebih dulu bawa masjid-masjid ini tidak dilaksanakan sholat berjemaah, kecuali bersama pengurus masjid saja.

"Terkait sanksi tentunya ini dalam kapasitas pihak yang berwenang yang melakukannya, ini mungkin sangat kecil sekali sanksi nya, tentu sanksi yang diterapkan bersifat yang positif, hanya sebatas memberikan arahan yang mengarah untuk beribadah di rumah,"kata Kepala Kemenag.**(Infotorial/jas)