• Walikota Pekanbaru, Firdaus, MT

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap II Kota Pekanbaru berakhir hari ini. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali memperpanjang dengan menerapkan PSBB tahap III yang akan dimulai 15 Mei 2020 hingga 14 hari kedepan.

Walikota Pekanbaru, Firdaus mengatakan, dengan berakhirnya PSBB tahap II pada 14 Mei 2020, maka otomatis akan diperpanjang dengan PSBB tahap III. Perpanjangan dilakukan karena selama penerapan PSBB perkembangan kasus Covid-19 dinilai menurun.

"Dari data yang disajikan, penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru menunjukkan tren turun saat PSBB. Jadi berkahir nya PSBB 14 Mei ini maka secara otomatis akan kita perpanjang dengan PSBB tahap III" kata Firdaus, Kamis 14 Mei 2020.

PSBB tahap III Pekanbaru juga akan bersamaan dengan PSBB Provinsi Riau yang ditunjuk yaitu, Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, dan Dumai.

Dalam PSBB tahap III skema yang diterapkan untuk pengawasan selama PSBB masih sama dengan PSBB sebelumnya.

"Kurang lebih sama, tapi masih menunggu arahan gubernur karena bersamaan dengan 5 kabupaten kota lainnya. Kita selaraskan terkait pengawasan nya," jelasnya.

Juru Bicara Umum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, ruang gerak masyarakat masih dibatasi dalam PSBB tahap III. Namun lebih ditekankan pada jam malam, yaitu dari pukul 20.00-05.00WIB.

Sejumlah ruas Jalan pun juga masih dilakukan penyekatan untuk membatasi ruang gerak masyarakat. Para pelaku usaha yang beroperasi juga masih dibatasi seperti PSBB sebelumnya.

Pemko Pekanbaru juga kembali berencana menyalurkan bantuan pangan yang diperuntukkan untuk 60 ribu Kepala Keluarga (KK) yang terdampak covid-19. Pada PSBB tahap III kemarin Pemko Pekanbaru menyalurkan 15.625 paket sembako, kemudian disusul 30 ribu paket sembako lagi.

"Bantuan itu diberikan kepada penerima bantuan yang telah mendapat bantuan tahap I kemarin. 45.625 KK yang dapat bantuan kemarin akan diberi bantuan gelombang II. Selain itu warga yang belum masuk dalam data akan kita berikan juga dalam 60 ribu paket yang akan disiapkan itu," jelas Ingot.

Ingot menyebut kalau tidak ada kendala dalam pengemasan logistik, bantuan pangan gelombang kedua menjelang hari raya idul fitri.

Ketika ditanya terkait molornya waktu penyaluran bantuan pangan yang baru diberikan disaat penghujung PSBB, Ingot mengatakan dikarenakan ada permasalahan validasi data yang diajukan RT/RW dari Kelurahan.

"Ada perbedaan pemahaman. Karena bantuan ini kan ada kelompoknya, bantuan dari pemerintah pusat melalui program PKH, BPNT, BLT, dan bantuan pangan dari Pemko yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak covid diluar warga penerima yang telah mendapat bantuan dari pusat. Jadi data yang masuk ke kita terdiri dari semua kelompok itu, maka divalidasi lagi mana yang sama sekali belum dapat bantuan," terangnya.

Sementara itu, Desi (35) Warga Jalan Cipta Karya Kecamatan Sialang Munggu menyebutkan jika Pemerintah tidak perlu lagi menerapkan PSBB lanjutan.

"Percuma aja PSBB tu kalau pengawasan masih longgar, orang dari luar banyak masuk. Banyak klaster dari zona merah yang positif di Pekanbaru sekarang. Ngapain warga disuruh dirumah aja kalau yang dari luar masih masuk. Gak perlu lagi PSBB itu, banyak juga mal yang buka, pemko itu plin plan dengan aturannya," kata Desi.

Ia menilai pemerintah kota juga masih plin-plan dengan aturan yang diterapkan selama PSBB. Masih banyak aktivitas ditempat keramaian yang beroperasi saat PSBB. "Itu Mal pusat perbelanjaan buka lagi. Banyak orang beli baju lebaran ke Mall," cetus nya.

Terkait bantuan yang diberikan pemerintah kota, Desi menyebut tidak sesuai. Masih banyak warga yang terdampak yang membutuhkan tidak mendapat bantuan sembako. Selain itu kata dia Sembako yang diberi juga tidak sebanding.

"Yang dikasih beras 5 kilo, terus mie Intermie itu. Kalau gak niat bantu ya gak usah bantu," tutupnya.**(saf)