• Anggota komisi II DPRD Bengkalis saat melakukan pengecekan ke PT PCR Duri

Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis bersama Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan monitoring ke perusahaan PT Permata Citra Rangau (PCR) desa Sebanga, kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Pasalnya perusahaan tersebut diduga melakukan pencemaran lingkungan disekitar wilayah kerja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis Arman AA melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan Zulkifli mengatakan perusahaan PT PCR ini memiliki dokumen baku mutu sesuai izin yang dimiliki. Selain itu juga pihaknya terus melakukan pengawasan dalam dilapangan 6 bulan sekali setiap perusahaan yang beroperasi diwilyah kerja kita. Apabila dilapangan ditemukan perusahaan manapun melakukan pencemaran lingkungan atau tidak taat menjalankan izin maka akan diberi sangsi.

“Contoh, baku mutu itu yang dibawah standar dibawah angka 10, maka perusahaan tidak taat pada baku mutu, selanjutnya pihaknya akan memberi sangsi jika terbukti melakukan pencemaran lingkungan sesuai diamanatkan dalam Undang undang Nomor 32 tahun 2009 Tentang Pencemaran Lingkungan,”ungkap Zulkifli.

Lanjutnya, bahkan perusahaan juga wajib melakukan pelaporan setiap enam bulan sekali, kita juga tidak akan menerima begitu saja menyampaikan laporan mereka. Kita akan turun langsung kelapangan tersebut, “Kalau untuk dibidang kita hanya sebatas administrasi saja, sedangkan untuk pengawasan ada dibidang penaatan,”ungkapnya.

http://gaungriau.com/gambar/foto/7436043890.jpgKadis DLH Bengkalis Arman AA

Terpisah Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis, Ruby Handoko mangaku kecewa atas sikap PT. Permata Citra Rangau (PCR) Sebanga yang telah meakukan pencemaran lingkungan disekitar wilayah kerja.

Meski masih dugaan pengaliran limbah pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT.PCR ke Anak Sungai/kanal ini, cukup membuat resah masyarakat. Sehingga Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis mengambil langkah turun ke lokasi.

Komisi II yang beranggotakan sebanyak 12 Orang Anggota Komisi II Ruby Handoko, Askori, Zamzami Harun, Susianto SR, Laurensius, Ferry Situmeang, Rianto, Septian Nugraha, Adihan, Giyatno dan Erwan, langsung masuk ke dalam areal PT. PCR, sekaligus mengambil sampel limbah yang nantinya akan diuji ke laboratorium.

Telah diketahui secara umum, warga Sebanga meradang atas masuknya limbah Pabrik ke lahan mereka. Masuknya limbah ke lahan warga, diduga saat debit air yang tinggi saat hujan, bercampur limbah yang berasal dari Pabrik PT.PCR yang berada di KM 3 Sebanga.

Limbah ini juga diduga kuat telah mengakibatkan ikan yang ada disepanjang anak sungai bermatian. Atas adanya keluhan Warga dan dugaan telah terjadi pencemaran lingkungan, melalui penyampaian langsung dan Viralnya di beberapa media elektronik.

http://gaungriau.com/gambar/foto/9246167838.jpgRuby Handoko

Sedangkan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis turut hadir H. Lamin, serta pemerintah kecamatan Mandau tampak turut mendampingi Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis. Dalam kunjungan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis tersebut, rombongan diketuai Ruby Handoko mengaku kesal atas sikap yang diperlihatkan Manejemen PT.PCR.

Sebab, pihak manajemen tidak memberikan ruang untuk bertemu di dalam kantor dan hanya mengakomodir lima orang saja, 4 orang dari PT. PCR dan 1 orang perwakilan anggota DPRD Bengkalis. Sehingga, pertemuan tidak dapat dilangsungkan, dikarenakan anggota DPRD menolak, karena kehadiran mereka tidak disambut baik manajemen sebagaimana mestinya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis Ruby Handoko saat diminta tanggapannya atas hasil kunjungan tersebut, mengatakan, jika DPRD sangat kecewa atas hal ini dan menilai perusahaan PT. PCR tidak melengkapi K3, kemudian kurang

perduli atas dampak penularan Virus Corona, bahkan PT. PCR tidak memiliki fasilitas APD (Alat Pelindung Diri).

"Kita sangat kecewa atas kondisi ini, padahal Pemerintah sangat menghimbau pencegahan penularan Pandemi Virus Corona yang kita hadapi bersama. Melihat perusahaan besar tidak ada Fasilitas APD, untuk Dewan dan Pemerintah yang datang tidak ada, apalagi untuk karyawan mereka,"kata Ruby Handoko.

Lebih lanjut Akok, panggilan akrabnya dimasyarakat Bengkalis ini, pengambilan sampel limbah oleh DLH disaksikan seluruh rombongan, berasal dari kolam 13,14 dan 15 sebagai kolam terakhir.

Dan apabila dari uji Laboratorium, memang ditemukan ada unsur limbah yang berbahaya, maka DPRD Bengkalis minta kepada DLH agar perusaahaan ditutup dulu pengoperasiannya.

http://gaungriau.com/gambar/foto/2281977185.jpgAnggota Komisi II DPRD Bengkalis Harianto saat mengampel sampel limbah ke PT PCR

"Keluhan masyarakat terkait pencemaran ini sudah sangat luas, dan akan memanggil pihak perusahaan untuk sherring, ini atas aduan Masyarakat yang resah dan juga luasnya dari pemberitaan beberapa media, sehingga kami turun bersama DLH, dan Unsur Pimpinan Kecamatan Mandau,"tuturnya.

Senada diutarakan Sekcam Mandau Rusdy kepada media ini, jika hari ini sikap yang dipertotonkan pihak PT.PCR atas kunjungan rombongan Anggota DPRD Bengkalis, justru tidak dibarengi itikad baik perusahaan. Padahal momen kunjungan ini sangat langka.

"Momen yang sangat langka, DPRD mau turun ke lokasi, tetapi dapat kita saksikan bersama sikap dari manajemen perusahaan, yang membuat kecewa, padahal mereka

beroperasi di wilayah Kecamatan Mandau dan juga sudah saya koordinasikan dengan buk Lurah. Memang sikap mereka (perusahaan,red), tidak perduli pada masyarakat,pemerintah maupun lingkungan,"ujar mantan Lurah Batang Serosa ini.**(dede/adv)