Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Para dermawan di Kota Pekanbaru berinisiatif mendirikan Warung Berbagi dan pengunjung boleh makan sepuasnya serta tidak wajib membayar.

Di Warung Berbagi tidak ada kasir, hanya ada sebuah kotak yang hanya bertuliskan "KOTAK BERBAGI" bagi pengunjung yang mampu membayar dan ingin membayar seikhlasnya.

Konsep dari warung yang berada di Jalan Diponegoro atau lebih tepatnya di dekat monumen Bundaran Keris, Kota Pekanbaru ini hanya bertenda seperti kaki lima dan hanya buka dua hari dalam seminggu, yakni pada Selasa dan Jumat pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi yang berkesempatan berkunjung, Selasa 16 juni 2020 kemarin mengapresiasi gerakan yang di taja para dermawan tersebut.

"Makin banyak para dermawan atau komunitas berbagi bersama, tentunya sangat bagus terlebih kondisi Covid-19 ini yang telah berdampak terhadap ekonomi masyarakat," kata Azwendi, ketika dikonfirmasi Rabu, 17 Juni 2020 pagi.

Menurut Azwendi, bahwa dengan gerakan tersebut menunjukkan bahwa antusias dari masyarakat Kota Pekanbaru untuk saling tolong menolong perlu dicontoh. Karena, kata dia, gerakan tersebut mencerminkan bila masyarakat Pekanbaru masih peduli pada sesamanya.

"Jadi jangan sampai terjadi kalau satunya susah kemudian satunya lagi sedang ada, kemudian hanya sebatas melihat saja. Kegiatan kegotong royongan tersebut, perlu dipertahankan dan ditingkatkan," sebutnya.

Untuk itu Sekretaris DPC Demokrat Pekanbaru ini, kembali mengaku sangat mendukung terhadap kepedulian yang sangat luar biasa dalam berbagi.

"Mewakili DPRD saya ucapkan terimakasih untuk para dermawan dan kepada para penggagasnya," tuturnya.

Diketahui keberadaan Warung Berbagi ini sudah beroperasi selama kurang lebih 1,5 bulan. Kedepan, para donatur akan lebih meningkatkan kualitas serta kuantitas nya agar lebih banyak warga yang tertolong.**(dwi)