Gaungriau.com (KUNTODARUSSALAM) -- Selama empat tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Zulfikar SHi, progres dan wajah pembangunan infrastruktur desa Muara Dilam pembangunannya cukup maju dan pesat.

Dasar-dasar Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) desa Muara Dilam telah disusun dibuat terencana dimasukkan dalam lembaran Pemdes. Berdasarkan itu pula kita buat susunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah RPJM-RPJP ketika awal menjabat kades Muara Dilam empat tahun lalu.

Dalam RPJM, Pemdes Muara Dilam lebih mengedepankan penguatan pada pembangunan prasarana infrastruktur, dimana saat itu desa Muara Dilam masih sangat minim pembangunan infrastrukturnya dan jauh tertinggal dengan desa-desa lain yang ada di Kabupaten Rohul.

"Alhamdulillah, saat ini berkat kerja keras semua elemen masyarakat desa Muara Dilam, berbagai pembenahan pembangunan yang tertuang dalam RPJM tersebut sudah mulai terealisasi, walau belum semua apa yang kita inginkan itu bisa terwujud", sebut Zulfikar saat gaungriau.com menyambanginya dikediamannya Rabu 24 Juni 2020.

Diakui Zulfikar, jemput bola dan lobi untuk mendapatkan ploting pembangunan terus ia lakukan agar desa tempat ia dilahirkan itu memiliki infrastruktur yang setara dengan desa lain diwilayah perkotaan.

Capaian pembangunan gedung Puskesmas misalnya, ploting anggaran pembangunan Puskesmas desa Muara Dilam ini bersumber dari APBN. Untuk mendapatkan alokasi pembangunannya butuh kerja keras, dan tak kenal bosan untuk membuat profosal pengajuannya ke pihak-pihak terkait.

Selain gedung bangunan megah itu, pembangunan infrastruktur pengaspalan jalan protokol desa Muara Dilam juga sudah terealisasi walau panjang pengaspalannya 1 Km, namun sudah dapat dinikmati masyarakat manfaatnya.

Pembangunan yang kita capai di Muara Dilam saat ini, adalah merupakan capaian pembangunan terbaik, dimana kurun waktu empat tahun terakhir kita telah berhasil menorehkan berbagai pembangunan seperti Pembangunan Puskesmas, Tribun Mini Sepak Bola Danau Bengkuang Putih Bertuah, Rehap Kantor Desa, Aula Ruang Pelayanan Publik terpadu, Pembangunan Karang Taruna, Pembangunan Kantor BPD, Pembangunan Pagar Kantor Desa, Pembangunan Lapangan Volly Ball, posyandu dan lainnya.

Bidang Infrastruktur jalan. Selain pengaspalan jalan protokol desa, lima dusun Desa Muara Dilam hampir semuanya sudah tersentuh pembangunan semenisasi, paralel dengan pembangunan drainase. Panjang dan lebar pembangunan semenisasi di jalan lingkungan kita sesuaikan dengan kondisi kebutuhannya.

Niatnya untuk membangun dan memajukan kampung kelahirannya terus berkobar. Tak puas dengan capaian-capain yang telah ada, pemimpin Visioner ini juga berhasil memperoleh bangunan gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMK Negeri 2 Kuntodarussalam, yang pada Tahun Pelajaran 2020-2021 ini telah dibuka pendaftarannya secara gratis dan membuka jurusan multymedia.

Walau kondisi pembangunan dan prasarana perlengkapannya masih serba terbatas, namun Zulfikar optimis bahwa dalam beberapa tahun kedepan, SMK ini akan menjadi Sekolah Idola para generasi anak-anak Muara Dilam dan desa lain sekitarnya.

Dalam percepatan peningkatan perekonomian masyarakat desa Muara Dilam, Zulfikar juga akan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di desa, dan menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan dilingkungan desa agar proaktif dalam membantu pembangunan perekonomian masyarakat melalui Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP)-nya.

Upaya untuk menghidupkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, Pemdes bersama pemangku masyarakat desa Muara Dilam juga sama sama memperjuangkan lahan desa, HGU PT Surya Dumai. "Atas perjuangan bersama, Alhamdulillah kita mendapatkan lahan tersebut 203 hektar, dan saat ini telah berjalan", papar Zulfikar.

Membangun Tugu Sutan Harimau.

Kades Zulfikar adalah sosok kades yang peduli terhadap sejarah yang memiliki nilai-nilai histori didalamnya, karenanya untuk mengenang dan mengingatkan sejarah kepada generasi muda sekarang, kita bangun Tugu Sutan Harimau. Tujuan dibangunnya Tugu Sutan Harimau ini adalah agar generasi dapat mengingat sejarah bagaimana perjalanan Sutan Jenggot dan Sutan Harimau.

Kita bangun Tugu Sutan Harimau ini untuk mengingatkan kembali sejarah yang yang pernah terjadi di desa Muara Dilam. Berdasarkan sejarah, Rokan kanan dan Rokan kiri itu terbelah menjadi dua sungai, ada Sutan dua beradik, Kakaknya itu berada di Rokan kanan, sementara adiknya di Rokan Kiri, adiknya itu bernama Sutan Janggut dan kakaknya bernama Sutan Harimau.

Konon cerita, asal perjalananya dari ulak sapu rokan hilir, mereka membawa pusaka masing masing, dan sarung pusakanya sekarang menjadi ular bidai. Kakaknya sutan Janggot membawa pusaka ulu dari keris dan sutan harimau membawa matanya, mereka berbagi pusaka dan menyebarkan ajaran ilmu, termasuk di desa Muara Dilam.

"Saat ini bangunan Tugu Sutan Harimau itu mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Setiap hari, objek tugu Sutan Harimau dan tamannya ramai menjadi tempat anak muda duduk santai dan selfie", ujar Zulfikar.**(lim)