Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Camat Mandau Riki Rihardi sontak bicara mengetahui Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal 900 karyawan PT Wahana Karsa Swandiri (WKS) yang harus kehilangan pekerjaan dan gantungan hidupnya. Riki mengaku tak tenang setelah membaca dan mengetahui kondisi PHK itu. Terbayang olehnya nasib ribuan warga yang akan teraniaya akibat pemutusan hubungan kerja besar-besaran itu.

"Tak tenang saya setelah membaca berita PHK itu. Terbayang nasib mereka yang akan teraniaya. Tidak hanya mereka tapi ribuan keluarga yang selama ini mengantungkan hidup dari penghasilan suami ataupun anaknya. Mereka masyarakat saya, akan saya perjuangkan," ujar Riki, Jumat malam 24 Juli 2020.

Disampaikan Riki, kendati masalah PHK itu bukan berada di instansi yang dipimpinnya, namun nasib ribuan warga yang teraniya yang menjadi tujuannya. Riki berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar nasib ribuan warganya terselematkan.

"Inshaallah segera kita akan berkoordinasi dengan PT CPI dan PT Wahana selaku pihak yang sudah mengeluarkan surat PHK. Akan kita mediasi pertemuan dengan pihak-pihak ini. Doakan kami. Mudah-mudahan masih ada solusi untuk mereka yang terpaksa pasrah ini," ujarnya.

Disampaikan Riki, tanpa PHK masal saja keterpurukan ekonomi sudah melanda sisi kehidupan masyakatnya. Dunia usaha masyarakat mandek akibat Pandemi Corona. Kondisi ini tentunya akan makin parah dengan gelombang PHK yang menyebabkan ratusan orang kehilangan mata pencarian ini.

"Kemana mereka akan mengantungkan hidup sementara. Ini yang menjadi beban kita. Kasihan masa depan anak-anaknya yang tengah memulai masa pembelajaran baru. Tentu lagi butuh-butuhnya biaya. Makanya perlu duduk bersama. Mudah-mudahan ada solusi untuk mereka," ujar lulusan IPDN Jatinangor ini.**(dede)