• GM PTPN V Distrik Barat Daniel Triandio didampingi Manager kebun Sei Intan Aswar Batu Bara, negoisasi dengan massa kelompok Banja Ladang dari kelurahan Kota Lama

Gaungriau.com (KUNTODARUSSALAM) -- Seratusan masyarakat Kelurahan Kota Lama, yang tergabung dalam kelompok Banja Ladang kembali melakukan aksi damai menuntut kepastian hak mereka lahan seluas 320 Hektar dilokasi Kebun PTPN V Sei Intan Blok KL Afdeling 3.

Aksi damai tersebut dipimpin oleh Ketua kelompok Banja Ladang Nalisman dan Tokoh masyarakat Kota Lama Nazaruddin, dan disertai pengawalan keamanan dari Polsek Kuntodarussalam, Sabtu 15 Agustus 2020.

Dalam tuntutannya dihadapan GM PTPN V Distrik Barat, ketua kelompok Banja Ladang meminta kepastian atas kesepakatan yang telah dibuat antara PTPN V dan Kelompok Banja Ladang yakni menyediakan lahan kebun seluas 320 Hektar beberapa waktu lalu.

"Jika tuntutan itu tidak dapat diakomodir PTPN V, bukan tidak mungkin kami dari kelompok Banja Ladang akan melakukan aksi yang lebih besar dan ancam akan mengosongkan seluruh kegiatan aktivitas dilahan Blok KL ini", ujar Nalisman.

Dihadapan GM dan Manager Kebun Sei Intan, Nalisman kembali meminta keseriusan atas kesepakatan PTPN V terhadap kelompok Banja Ladang dengan mengosongkan aktivitas kegiatan diblok KL, atau menyerahkan lahan 95 Hektar lahan di desa Muara Dilam.

Kondisi negoisasi dilapangan inipun berlangsung cukup alot. GM PTPN V Distrik Barat, Daniel Triandio didampingi Manager Kebun Sei Intan Aswar Batubara, mencoba menampung seluruh aspirasi yang disampaikan para anggota kelompok Banja lahan untuk selanjutnya duduk bersama dengan jajaran kantor pusat.

Kalau untuk menghentikan menstop kegiatan aktivitas PTPN V di blok KL Afdeling 3 sesui tuntutan bapak, itu tidak ada otoritas hak GM dan Manager untuk menghentikannya, karena kami diamanatkan hanya sebagai pengelola lahan.

Karenanya GM mengajak kelompok Banja lahan agar duduk bersama membicarakan objek persoalan ditingkat jajaran direksi.

Dari negoisasi alot tersebut maka disepakati dua opsi kesepakan bersama antara GM dengan massa kelompok Banja Lahan. Opsi pertama yang disepakati untuk dibicarakan dijajaran direksi pada Jumat 21 Agustus 2020 mendatang adalah, masyarakat tidak ikut untuk mencari lahan pengganti untuk lokasi kebun 320 Hektar. Selanjutnya menyerahkan pencarian lahan kepihak PTPN V dengan waktu yang akan ditentukan oleh masyarakat.

Opsi kedua lahan 95,3 Hektar yang berada di Muara Dilam agar dapat diserahkan kepada kelompok Banja Lahan sebagai tanda bukti keseriusan PTPN V untuk menyelesaikan permasalahan 320 Hektar.**(lim)