Gaungriau.com (DURI) -- Kembali cara unik disampaikan sejumlah milenial Duri untuk memberi dukungan kepada Kasmarni, S. Sos MMP maju di Pilkada Bengkalis. Setelah sejumlah milenial melakukan pendakian Gunung Merapi Sumbar di ketinggian 2.981 Mdpl untuk bentangkan baleho dukungan dan doa untuk Kasmarni, kali ini sejumlah milenial Duri membentangkan baleho doa dan dukungan dari titik nol Sabang, Aceh, Pulau paling Barat Indonesia.

Doa dan dukungan ini diberikan komunitas Nmax Riders Duri dalam bingkai Touring Merah Putih Untuk Bunda Kasmarni. Menempuh perjalanan ratusan kilo dari Duri untuk sampai ke Pulau paling Barat Indonesia ini, mereka dedikasikan perayaan HUT RI ke 75 ini untuk Kasmarni. Baleho Kasmarni pun dibentangkan di titik nol Sabang persis di moment peringatan detik proklamasi, Senin 17 Agustus 2020 sekira pukul 10.17 WIB.

"Salam dan doa dari kami dari titik Nol Sabang. Tour merah putih 17 Agustus ini kami berikan untuk Bunda Kasmarni. Mudah-mudahan di beri kemenangan di Pilkada Bengkalis nanti," ujar Ketua Nmax Riders Duri, Zein, Senin 17 Agustus 2020.

Disampaikan Zein, touring merah putih ini mereka lakukan secara swadaya untuk memberi inspirasi kepada milenial lain. Berangkat Kamis pagi 13 Agustus 2020 dari Duri mereka memulai touringnya. Banyak kota yang mereka lewati untuk sampai ke tujuan titik nol Sabang.

"Alhamdulillah perjalanan kami dimudahkan dan dilancarkan. Sampai di Medan kami disambut NMax Rider Medan dan menginap disana. Besoknya baru melanjutkan perjalanan ke Aceh," ujar Zein.

Wampai di Sigli Aceh dia dan belasan timnya yang ikut touring sempat ketar ketir. Pasalnya ada peraturan yang melarang pendatang masuk terkait Pandemi Covid-19. Ternyata mereka di beri kemudahan hingga bisa menyeberang ke Pulau Weh.

"Alhamdulillah saat di pelabuhan kami diberi kemudahan. Diperbolehkan menyebrang naik kapal menuju Sabang," ungkapnya lagi.

Sampai di Sabang, kebahagiaan tak terkirakan. Tujuan titik nol Sabang yang ditempuh tiga hari perjalanan akhirnya tercapai. Destinasi wisata yang menjadi simbol perekat dari Sabang sampai Merauke ini berhasil mereka jajaki.

"Alhamdulillah bisa menjajakkan kaki di titik nol ini. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini membawa arti bagi Bunda Kasmarni. Seperti ini dedikasi kami. Mudah-mudahan perjuangan Bunda seperti yang kami lalui. Perjalanan panjang yang indah pada akhirnya. Pemandangan disini indah luar biasa," ungkapnya.

Sementara itu Monumen Kilometer Nol ini berada di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari Kota Sabang menuju tugu monumental ini.

Tugu Kilometer Nol ini pertama kali diresmikan pada tanggal 9 September 1997 oleh wakil presiden yang ketika itu dijabat oleh Try Sutrisno. Sekitar dua minggu setelah diresmikan, tepatnya pada tanggal 24 September B.J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi menambahkan semacam prasasti yang menjelaskan tentang penetapan posisi geografis 0 kilometer Indonesia, yang pengukurannya dilakukan oleh badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menggunakan Global Positioning System.**(dede)