Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Trik dan intrik jelang Pilkada Bengkalis 2020 mulai dimainkan pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan politiknya. Seperti terjadi di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Hanya karena baleho Kasmarni-Bagus Santoso terpasang di rumah warga yang diduga melakukan penipuan dengan modus sembako murah, langsung muncul tudingan oknum tersebut pendukung Kasmarni-Bagus.

Isu menyesatkan itu jelas diarahkan untuk menurunkan kepercayaan dan elektabilitas Kasmarni-Bagus ditengah masyarakat. Tak ingin isu menyesatkan itu menjadi "gorengan" yang akan dijual ke masyarakat, tim relawan Kasmarni di Bengkalis pun angkat bicara. Mereka yang selama ini bertungkus lumus membagikan sembako gratis ke warga saat Covid-19 lalu, merasa perlu untuk mengklarifikasi pemberitaan bias itu.

"Tim relawan Kasmarni-Bagus bergerak tidak pernah menjanjikan program sembako murah. Apalagi meminta uang kepada masyarakat. Sangat disayangkan ada pemberitaan yang mengkaitkan oknum diduga pelaku penipuan itu pendukung Kasmarni-Bagus. Ini jelas pembunuhan karakter pasangan Kasmarni-Bagus," tegas Ketua Tim Relawan Kasih Ibu Kasmarni Bagus Santoso, Said Busra Mufrizal, Sabtu 29 Agustus 2020.

Disampaikan Said adanya pemberitaan bias yang langsung mengkaitkan kasus penipuan oknum itu dengan menyebut dia sebagai bagian dari pendukung Kasmarni-Bagus tak bisa di pandang sepele. Untuk itu pihak akan mempelajari arah pemberitaan tersebut. Jika ada unsur merugikan nama baik Paslon bupati Kasmarni Bagus Santoso maka ini akan dibawa ke ranah hukum.

"Kita sangat dirugikan akan berita yang bias ini. Ini tak bisa dipandang sepele dan tak main-main. Akan kita pelajari jika ada unsur pidananya,” tegas Said.

Diungkapkannya, jika memang baleho Kasmarni terpasang dihalaman rumah oknum tersebut, tak otomatis oknum itu sebagai pendukung Kasmarni-Bagus. Sebab relawan memasang Baleho secara acak di disepanjang jalan yang ada pemukiman warga..

“Tim relawan Kasmarni- Bagus Santoso banyak memasang baliho disetiap pinggir jalan, bahkan dihalaman rumah warga. Tetapi bukan berarti warga itu tim relawan Kasih Ibu Kasmarni. Apalagi relawan mengaku menjanjikan program sembako murah. Tak benar itu. Jika warga keberatan atas oknum tersebut sebaiknya lapor ke penegak hukum. Biarlah penegak hukum yang bertindak,”tegas Said.

Said juga menjelaskan Relawan Kasih Ibu Kasmarni selama ini tidak pernah memberikan program sembako murah kepada masyarakat. Apalagi menjanjikan suatu program yang sangat merugikan masyarakat setempat. Untuk itu pihaknya pun sudah mengecek keberadaan rumah warga berinisial MI itu dan alamat yang di beritakan ternyata tidak sesuai.

“Relawan kasih ibu Kasmarni tidak pernah menjanji janjikan program sembako murah. Apalagi meminta uang kepada masyarakat. Kita sudah mengkroscek keberadaan rumah warga berinisial MI tersebut sesuai alamat didalam pemberitaan tidak ditemukan. Kita menduga ada usaha pembunuhan karakter dari arah pemberitaan ini," sesalnya

Said juga menjelaskan tim relawan kasih ibu Kasmarni selama ini memang memberikan sembako kepada masyarakat yang terdampak covid.19. Namun sembako itu berasal dari sumbangan donatur sesama relawan.

“Relawan kasih ibu Kasmarni Bagus Santoso memang pernah membantu warga atau masyarakat sembako kerumah rumah warga terdampak covid.19. Tapi itu sudah lama diserahkan tanpa diminta uang sepersenpun,” ungkap Said.**(dede)