• Said Busra Mufrizal

Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Relawan Kasih Ibu Kasmarni-Bagus Santoso berharap pihak kepolisian Bengkalis dapat mengusut tuntas modus penipuan sembako murah yang akhir-akhir ini menjadi polemik di Kecamatan Bengkalis dan Bantan.

Pengusutan penipuan ini, menurut Ketua Relawan Kasih Ibu Said Busra Mufrizal perlu di lakukan sebab kasus penipuan itu dikaitkan oknum dengan bakal calon Bupati Kasmarni.

"Tidak ada kaitannya hal itu dengan ibu Kasmarni. Jangan dipolitisir apalagi mengaitkan kasus ini dengan ibu Kasmarni hanya gara-gara ada baliho di depan rumah orang yang diduga melakukan penipuan, "ucap Said, Sabtu 29 Agustus 2020.

Ditegaskan, baliho atau alat peraga kampanye milik calon bisa saja terpampang dimana saja. Bisa di tanah kosong atau di depan rumah seseorang dengan seizin pemilik.

"Bukan berarti, karena ada baliho di depan rumah, pemilik rumahnya tim sukses. Tolong jangan dikaitkan apalagi menyebarkan isu tidak benar. Berpikir positif saja jangan dipolitisir, apalagi kita tidak kenal oknum diduga melakukan penipuan yang disebut MI, "tegasnya.

Said mengaku tengah membicarakan langkah hukum terhadap oknum yang penyebar fitnah yang mengaitkan kasus penipuan itu dengan bakal calon bupati Kasmarni.

"Kita tengah pelajari. Ini sepertinya dibuat-buat dan sengaja dikaitkan. Sebagai relawan kami tidak tinggal diam. Kami berharap pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus penipuan itu agar terbuka dan isu tidak sesat terhadap orang yang tidak ada kaitannya.

Diketahui, puluhan masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis mendatangi rumah salah seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MI di Gang Melur, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bengkalis Kota, Jumat 28 Agustus 2020 malam menuntut sembako murah dari Pemerintah yang dijanjikan.

MI menawarkan sembako murah terhadap sejumlah warga dengan lebih dulu meminta uang. Setelah diserahkan uang sembako murah itu, ternyata sembako yang dijanjikan tak kunjung diterima.**(dede)