• Pemasangan simbol gelar kehormatan kepada Kasmarni dipasangi Tengkuluk Tanduk dan Selendang oleh Bundo Kanduang PKDP, Hj Eniguswati Suar BA, Sabtu 29 Agustus 2020 malam.

Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Tokoh Perempuan Kabupaten Bengkalis, Kasmarni S. Sos, MMP diberi gelar Bundo Kandung oleh Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Mandau, saat deklarasi Tim Bersatu KSB PKDP di Jalan Bandes, Mato Aie, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Sabtu 29 Agustus 2020 malam.

Pemberian gelar Bundo Kanduang yang sudah melalui azaz musyawarah mufakat itu diiringi dengan pemasangan "Tengkuluk Tanduk" sebagai penutup kepala dan selendang yang diselempangkan ke bahu sosok bersahaya itu.

Pemasangan simbol gelar kehormatan ini dilakukan bersama Bundo Kanduang PKDP, Hj Eniguswati Suar BA, H Eni Toyo, Hj Kamnovita SE, Hj Ema Campago, Upik Joni, Ristati Deman, Era Susanti dan Bundo Kanduang lain.

Ikut menyaksikan, Penasehat PKDP Agustiar Tanjung, Ketua PKDP Deman, ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai PKDP.

Bundo Kanduang PKDP Hj Eniguswati Suar menjelaskan gelar Bundo Kanduang ke Kasmarni merupakan gelar kehormatan yang diberikan Bundo Kanduang PKDP. Gelar ini merupakan bentuk penghargaan kepada seseorang yang dianggap mampu mengayomi dan membimbing warga Minang
khususnya warga PKDP diperantauan.

"Kami selalu berpegang dimana langit di pijak, disitu langit dijunjung. Walaupun kita hidup dirantau, sebelum berangkat kita tinggalkan ibu, kita cari ibu. Tinggalkan bapak, kita cari bapak. Kita menemukan Bu Kasmarni sebagai seorang ibu yang mengayomi dan membimbing kami di sini," jelas One pangilan akrabnya.

Disampaikannya, masyarakat PKDP tak asing lagi dengan sosok Kasmarni. Di berbagai kesempatan, Kasmarni rutin menjalin silaturrahmi, terutama silaturrahmi dengan ibu-ibu PKDP.

"Ibu Kasmarni sosok bersahaja yang dekat dengan kita. Tak berlebihan rasanya memberi gelar Bundo Kanduang kepadanya. Mudah-mudahan apa yang menjadi niat dan hajatan beliau menjadi bupati Bengkalis diijabah Allah SWT. Yang bangga tentu kita karena Bundo Kanduangnya jadi bupati perempuan pertama," ujar One lagi.

Senada tokoh PKDP Deman juga menyampaikan gelar Bundo Kanduang sangat pantas diberikan ke Kasmarni yang memiliki kepedulian yang tinggi mengayomi dan melindungi kaumnya.

"Bundo Kanduang adalah limpapeh rumah nan gadang, amban paruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan tali, hiasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari. Nan gadang basa batuah; ka pai tampek batanyo, kok pulang tampek babarito. Bundo Kanduang itu tiang segala-galanya, perempuan dengan cahaya yang menerangi," jelasnya.

Kasmarni yang menerima gelar Bundo Kanduang PKDP mengucapkan rasa bangga dan bahagianya karena diberi kehormatan masuk ke keluarga besar PKDP yang nama besarnya sudah kemana-mana.

"Saya diberi gelar Bundo Kanduang. Ini merupakan suatu kehormatan yang sangat luar biasa buat saya dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Mudah-mudahan ada ikatan bathin yang tidak terputus dengan warga PKDP. Mudah-mudahan saya nanti bisa memfasilitasi dan menyambungkan apa yang menjadi kebutuhan kita bersama disini,” ujar Bakal Calon Bupati Perempuan di Bengkalis itu.

Turut hadir di kesempatan itu, tokoh muda PKDP, Syaiful Ardi yang juga wakil Ketua DPRD Bengkalis, tokoh masyarakat Ajo Nuar dan lainnmya.

Sementara itu Bundo Kanduang adalah panggilan terhadap golongan perempuan Minang. Artinya Bundo adalah ibu dan kanduang artinya sejati. Jadi hakikat Bundo Kanduang adalah ibu sejati yang memiliki sifat-sifat keibuan dan kepemimpinan.**(dede)