• H Bagus Santoso Calon Wakil Bupati nomor urut 3 saat meninjau abrasi di Desa Pangkalan Batang

Gaungriau.com (BENGKALIS) -- Calon Wakil Bupati nomor urut 3 H Bagus Santoso meninjau abrasi didusun Sukajadi desa Pangkalan Batang, kecamatan Bengkalis, Riau.

Abrasi pulau Bengkalis tidak hanya bibir pantai yang berhadapan langsung dengan Selat Melaka. Kendatinya kondisinya tidak separah di bagian pesisir Selat Malaka.

Puluhan makam lama terjun ke laut. Abrasi juga mengancam perkebunan warga yang ada tak jauh dari bibir Selat Bengkalis.

“Tahun lalu ada proyek pembangunan turap dari Provinsi, namun belum bisa menembok semua lokasi yang abrasi. Masih ada sekitar 600 meter lagi yang lumayan parah,” ujar Yanto, warga setempat saat ikut mendampingi H Bagus Santoso Calon Wakil Bupati nomor urut 3.

Yanto mengatakan, dirinya dan masyarakat berharap, jika kelak pasangan Kasmarni-Bagus Santoso diamanahkan memimpin Kabupaten Bengkalis, persoalan abrasi Desa Pangkalan Batang hendaknya jadi perhatian.

“Mohonlah mas Bagus, dibangun turap kalau nanti terpilih jadi Wakil Bupati Bengkalis. Tengoklah banyak tebing yang runtuh, bukan hanya itu sudah puluhan makam terjun ke laut,” ungkap Yanto.

Seperti diketahui, tak jauh dari bibir pantai terdapat puluhan makam, diantaranya ada makam berbatu nisan kuning keemasan. Sampai saat ini belum ada yang tahu makam siapa yang berbatu nisan kuning serta puluhan makam lainnya.

“Beberapa orang petakziah dari Malaysia, Jember, Jogja dan beberapa daerah lain di Riau sudah pernah datang ke sini, tapi sampai sejauh ini belum ada yang tahu sejak kapan makam ini dan siapa gerangan yang dimakamkan di sini. Lokasi makam ini sendiri baru ditemukam warga sekitar 15 tahun lalu,” sebut Ismail warga setempat.

Terkait dengan ancaman abrasi, Bagus Santoso yang dikenal sangat menaruh perhatian abrasi sejak menjabat di DPRD mengakui prihatin dan terus berupaya menyuarakan dan mengusulkan keberbagai pihak terkait.

“Insyaallah sesuai kapasitas saya selalu berteriak agar bersama mengatasi ancaman abrasi. Dan harus kita akui tak akan mampu mengatasinya dengan anggaran Daerah. Jika nanti kami (KBS) diamanahkan memimpin Kabupaten Bengkalis, maka abrasi ini akan menjadi perhatian kami,” ungkap Bagus Santoso

Dijelaskan Bagus Santoso, belum lama ini dirinya membincangkan abrasi di Jakarta. Hadir bersama saat itu putera putera Riau yang menjabat dan memiliki jaringan di pemerintah pusat. Diantaranya SF Hariyanto (Kementerian PUPR), Abdul Wahid, Achmad (DPR RI), Firman (Lembaga Siber dan Sandi Negara BSSN) ,mahasiswa serta tokoh tokoh Riau lainnya yang tinggal di Jakarta.

“Terus terang, saat itu saya membawa proposal yang diajukan Pemerintah Bengkalis kepada Pemerintah Pusat di Jakarta yang diajukan tahun 2019, kita optimis akan di perjuangkan dan insya Allah berhasil” kata Bagus.

Dari proposal yang diajukan Bupati Bengkalis tersebut, ada 8 kegiatan pembangunan pengaman pantai untuk desa yang sudah kritis dihantam , diantaranya di Bengkalis, Bantan, Rupat dan Bukit Batu.**(dede)