• Aidil haris sata menyerahkan Alat Pengering Buah kepada Ketua kelompok Tani Sakinah Desa Kualu Nenas, Kabupaten Kampar, Riau.

Gaungriau.com (KAMPAR) -- Tim pelaksana program Produk Teknologi yang Diseminasikan Kepada Masyarakat (PTDM) oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) melalui tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menyerahkan alat pengering buah kepada Kelompok Tani Sakinah di Desa Kualu Nenas Kabupaten Kampar, Riau, Selasa 13 Oktober 2020.

Alat pengering buah ini langsung diserahkan oleh Ketua Pelaksana PTDM Umri, Dr. Aidil Haris, S.Sos., M.Si didampingi anggota yang terdiri atas Sunaryo, ST., MT, dan Khusnul Hanafi, M.Soc.Sc kepada Ketua kelompok Tani Sakinah, Mardanis.

Penyerahan alat pengering buah ini merupakan salah satu output (luaran) dari program PTDM Ristek/BRIN bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabadian Masyarakat (LPPM) Umri.

Menurut Aidil Haris selaku Ketua Pelaksana PTDM Umri, sebelum dilakukannya penyerahan alat pengering buah, tim pelaksana program PTDM telah melakukan analisis situasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dialami kelompok Tani Sakinah dalam memproduksi keripik nenas sebagai produk unggulan daerah.

Setelah melakukan analisis situasi dan permasalahan yang dihadapi, maka selanjutnya dilakukan tahapan diseminasi produk teknologi pengeringan buah. Seiring dilakukannya sosialisasi, tahapan diseminasi berikutnya adalah melakukan perancangan, pembuatan dan uji produk alat pengering buah. Kemudian para petani dan pengusaha keripik nenas ini diberikan workshop penerapan teknologi alat pengering buah yang sudah dilaksanakan pada tanggal 8-9 Oktober 2020 lalu.

"Setelah kita memberikan workshop penerapan teknologi alat pengering buah, tim pelaksana PTDM juga memberikan Worskhop Pemanfaatan Teknologi Komunikasi dalam Pemasaran Keripik Nenas serta Efektivitas Komunikasi Pemasaran. Pada tahapan berikutnya, tim melakukan pendampingan operasional kepada masyarakat terhadap penggunaan alat pengering buah. Kegiatan pendampingan operasional tahap awal ini dilakukan sejak tanggal 10-12 Oktober 2020. Nah, pada tanggal 13 Oktober 2020 yang lalu, kami juga sekaligus melakukan serah terima alat pengering buah ini kepada Kelompok Tani Sakinah," jelas Aidil.

Menurut Aidil yang juga pakar Komunikasi Umri ini, kegiatan pendampingan operasional bagi kelompok Tani Sakinah akan terus dilakukan hingga November 2020 mendatang. Langkah ini dilakukan agar masyarakat mampu mengoptimalkan proses operasional alat pengering buah.

"Kita berharap, anggota kelompok Tani Sakinah mampu mengoperasikan alat pengering buah ini secara optimal. Jika proses operasionalisasinya berjalan optimal, maka tim pelaksana juga bisa mengukur nilai manfaat dari produk ini serta kendala-kendala yang dihadapi terhadap proses pengoperasiannya,” papar Aidil.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Sakinah, Mardanis sangat mengapresiasi kegiatan PTDM. Beliau juga berterimakasih kepada tim pelaksana PTDM Umri yang bekerjasama dengan Ristek/BRIN yang telah peduli terhadap peningkatan inovasi teknologi keripik nenas bagi Kelompok Tani Sakinah.

"Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang luar biasa terhadap kepedulian Kementerian RISTEK/BRIN melalui Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) yang memahami kebutuhan masyarakat. Kami berharap, kegiatan pembinaan ini terus berlanjut sehingga kita sebagai petani dan pengusaha kecil menengah keripik nenas bisa terus bertahan dan mengembangkan usaha secara maksimal," ujar Mardanis.**(rls)