Gaungriau.com (YOGYAKARTA) – Alam adalah sabda Tuhan yang nyata bagi manusia untuk dapat menjalani kehidupan dengan baik. Setiap kejadian dan peristiwa adalah tamsilan bagi yang memikirkannya. Kontemplasi kehidupan dan lingkungan sekitar yang dilakukan Kuncoro melalui hobi memancing di pesisir pantai Yogyakarta telah melahirkan 80 karya lagu baginya. Lalu, ia bersama teman-temannya mendirikan grup band Heniikun Bay untuk menyanyikan lagu-lagu tersebut.

Saat ini Heniikun Bay tengah merampungkan penggarapan Extended Play (EP) Album bertajuk Hexalogy Yakin Wae. Tiga lagu dari EP Album tersebut, Cukup Uwis, Abadi di Hati, dan RWN (Ra Wani Nembung), video liriknya akan dirilis pada akhir Oktober 2020 di channel YouTube Prima Founder TV.

Kuncoro saat ini tinggal di Yogyakarta, ketika kami wawancarai melalui akun Whatsapp-nya pada Senin 12 Oktober 2020, ia mengatakan, "Motivasi saya merilis Hexalogy Yakin Wae bersama Heniikun Bay tentu saja untuk berkarya dan terus berkarya. Saya ingin menangkap setiap inspirasi dari hidup sehari-hari untuk saya jadikan lirik dan lagu, sekaligus menyampaikan pesan kepada semua orang, dalam memberikan manfaat, memotivasi, dan inspirasi sesama melalui media lagu yang mudah dicerna dan tentu juga memberi hiburan.”

Seperti dikatakan oleh Kuncoro, nama Heniikun Bay merupakan inisial dari para personil yang juga adalah para pendirinya; Hening (keyboard), Ipun (bass), Ijal (drum), Kuncoro (vokal dan gitar), dan Bayu (gitar).

Hexalogy Yakin Wae yang akan dirilis Heniikun Bay berisi 6 lagu; Cukup Uwis, Abadi di Hati, RWN (Ra Wani Nembung), Padamu Memori, Bungah Pungkasane, dan Mimi Mintuno Tresno. Liriknya menggunakan bahasa Indonesia dan juga Jawa. Aransemen musik mereka kerjakan bersama-sama, dibantu oleh Mas Gatot Bandcong (Music Director), Erika Rasyid (Vocal Director), dan Mas Chandra Bandcong (Sound Engineer), diproduksi di Prima Founder Studio – Yogyakarta.

Sesuai dengan namanya Hexalogy Yakin Wae, 6 lagu pada EP Album dari Heniikun Bay tersebut saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Cukup Uwis jadi salah satu lagu andalannya, bercerita tentang kehancuran hidup seseorang akibat dikhianati, namun di akhir lagu orang tersebut menyerahkan kepada Tuhan, agar diberikan kekuatan untuk meninggalkan kesedihan. Lagu ini menjadi pondasi dari seluruh cerita bagi lagu-lagu di album mereka tersebut.

Melalui album Hexalogy Yakin Wae, Heniikun Bay ingin menyampaikan pesan untuk semua orang yang mengalami kesedihan hati dan kehancuran hidup, agar menyerahkan semua derita yang dialaminya kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, dan tidak larut dalam kesedihan.

Kuncoro mengatakan, Heniikun Bay berdiri sejak Mei 2020, sebelumnya mereka telah sering bermusik tapi belum ada namanya, karena saat itu belum memutuskan untuk bikin grup band. Mereka awalnya temen sekerja, dan punya hobi yang sama; memancing, dan main musik. Kemudian mereka terinspirasi mendirikan Heniikun Bay, untuk menggarap lagu-lagu yang ditulis Kuncoro, agar terdokumentasi dengan baik.

Heniikun Bay memberi kepercayaan kepada Prima Founder Record untuk memproduksi dan memasarkan Hexalogy Yakin Wae. Alasannya, karena Prima Founder Record berada di Yogyakarta dan berada di kota yang sama dengan Heniikun Bay. Mereka juga mengetahui pendiri Prima Founder Record adalah orang yang sudah berpengalaman puluhan tahun di belantika musik nasional maupun mancanegara.

Kuncoro mengatakan, “Kami bekerjasama dengan label musik Prima Founder Record karena jaraknya dekat, komunikasi yang dibangun juga sangat baik dan lancar. Kami juga mendapatkan arahan dan bimbingan dari berbagai aspek produksi, seperti tentang peralatan, perlengkapan, pengarah musik, pengarah vokal, pengarah teknis, dan fasilitas lainnya yang membuat kami nyaman dalam melewati setiap proses sampai dengan hari ini.”

“Untuk siap terjun dalam dunia industri musik, Heniikun Bay melakukan langkah-langkah publikasi melalui media massa, dan media sosial. Selain itu, juga melalui YouTube, Radio, dan media promosi lainnya,” kata Kuncoro.**(rls/fad)