Gaungriau.com (DURI) -- Hujan lebat yang turun menguyur kota Duri tak menyurutkan langkah warga untuk menghadiri kampanye tatap muka dengan Calon Bupati Bengkalis nomor urut 3 Kasmarni, S. Sos, MMP di lapangan voli Jalan Pala Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Ahad 15 Nopember 2020.

Warga tetap bersemangat dan tak meninggalkan tempat duduk walau hujan lebat di iringi tempias menerpa tenda besar yang didirikan ditengah lapangan voli itu.

"Hujan ini rahmat yang diturunkan Allah SWT. Mudah-mudahan derasan hujan turun ini, sederas itu pula suara untuk kemenangan ibu Kasmarni," ujar anggota DPRD Bengkalis Syaiful Ardi yang turun menjadi juru kampanye Kasmarni.

Disampaikan Syaiful, Kasmarni memiliki banyak kelebihan dibanding calon bupati lain. Kasmarni merupakan satu-satunya calon bupati perempuan yang berasal dari kalangan birokrasi. Kemampuannya dibidang pemerintahan tak diragukan lagi. Jabatan Camat Pinggir, sekretaris dinas tenaga kerja hingga staf ahli bupati pernah dieman hingga kemampuannya yang diragukan lagi.

"Kasmarni satu-satunya birokrasi sejati yang kemampuannya sudah teruji dan terbukti. 3 calon lainnya dari kalangan politisi, anggota DPRD. Jadi jangan ragukan lagi kemampuan Kasmarni memimpin negeri. Mari rapatkan barisan, ajak tetangga, kerabat, sanak saudara untuk mencoblos nomor 3," ajak politisi Partai Amanat Nasional ini.

Lebih lanjut Kasmarni menjelaskan 24 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), dia memilih mundur lantaran keinginan untuk menjadikan negeri ini lebih bermarwah, maju dan sejahtera. Hanya saja dia tak habis pikir serangan-serangan politik makin masif ditujukan ke arahnya, seolah-olah calon lain merasa paling benar dan paling bersih di pilkada Bengkalis ini.

"Saya kenal semua calon yang maju di Pilkada. Semuanya kawan Pak Amril (suaminya-red). Janganlah merasa paling benar dan paling bersih. Ingatlah kita semua punya aib, bersyukur Allah masih menutup aib kita hari ini," ujarnya.

Disampaikan Kasmarni, yang membuat dia makin tak mengerti makin gencarnya hinaan, tudingan dan fitnah yang ditujukan untuk menjatuhkan popularitasnya. Ada yang disampaikan melalui kampanye terbuka, ada pula yang disampaikan melalui kampanye pintu ke pintu mendatangi rumah warga.

"Janganlah menghina dan menghujat kalau tak tahu kebenarannya. Sampaikan saja program jika ingin menang secara fair. Jika pun pak Amril bermasalah dengan hukum, biar hukum yang menyelesaikannya. Jangan pula awak yang memvonisnya," jelas Kasmarni berapi api.

Disebutnya, persoalan ini perlu diluruskannya agar fitnah dan hinaan itu tak makin merajalela dan masyarakat paham dengan kondisi sebenarnya.

"Saya hanya ingin menyampaikan kebenarannya. Jika saya orang yang bermasalah tak mungkin saya hadir di sini. Tapi saya yakin rezeki dari Allah tak akan tertukar. Walau setiap hari hujatan dan fitnah itu ditujukan ke saya, kalau rezeki saya jadi Bupati, Inshaalah saya jadi bupati," ujar Kasmarni optimis.

Hadir di kampanye itu sejumlah ustad kondang kota Duri, diantaranya Salman Mirza, Syamsir Khan dan lainnya, Juga ada jajaran ketua dan pengurus partai pendukung, relawan serta warga.**(dede)