• Muhammad Jamil

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan bahwa anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2021 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, sampai saat ini masih tahap pembahasan. Sektor kesehatan menjadi skala prioritas dalam pengalokasian anggaran.

Menurut Jamil, yang menjadi alasan utama Pemerintah kota Pekanbaru memprioritaskan anggaran dibidang kesehatan dalam APBD murni 2020 mendatang dikarenakan Pekanbaru masih masuk dalam wilayah Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19,

"Sektor kesehatan lebih kita utamakan, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini," ucap Jamil, Rabu 18 Nopember 2020.

Jamil menambahkan, disamping kesehatan, bidang pendidikan juga tetap mendapat penganggaran prioritas.

"Pendidikan juga kita perkuat di masa pandemi ini. Maka tahun 2021, kita perkuat bidang pendidikan," ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Jamil, APBD Kota Pekanbaru tahun 2021 sendiri diperkirakan menurun dibandingkan APBD 2020 karena sektor pendapatan terdampak pandemi Covid-19.

"Kita perkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2021 diprediksi mencapai Rp 2,6 triliun. Jumlah itu tidak jauh berbanding dari APBD tahun 2020 yang mencapai Rp 2,7 triliun," urainya.

Jamil juga menjelaskan, jumlah APBD tahun 2021 diperkirakan mengalami penurunan akibat pandemi covid-19.
Hal ini disebabkan dari beberapa sektor pendapatan asli daerah (PAD) di Pemko Pekanbaru dampak pendemi covid-19 ini.

"Tahun depan tidak jauh berbeda dengan tahun ini. Berkisar diangka Rp2,6 triliun," kata Jamil.

Jumlah itu diperkirakan dari evaluasi yang dilakukan Pemko Pekanbaru dari pendapatan daerah untuk tahun 2021. Sektor ekonomi ditengah masyarakat masih berpengaruh terhadap pandemi covid-19.**(saf)