• Ingot Ahmad Hutasuhut

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih membenahi para pedagang yang berjualan di seputaran Tugu Keris, Jalan Diponegoro Ujung. Pembenahan yang dilakukan terkait pengelolaan dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada disana.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, pasca lokasi itu dilegalkan Pemko Pekanbaru ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi.

"Seperti ketertiban parkir, dan penertiban PAD," kata Ingot, Rabu 18 Nopember 2020.

Menurutnya, pengelolaan tempat itu saat ini diambil alih oleh Pemko Pekanbaru melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan. Yang selama ini pengelolaan lokasi itu semeraut, dikatakan Ingot saat ini sudah jelas tatanan pengelolaan nya.

Dilokasi itupun juga menjadi salah satu pusat jajanan kuliner di Kota Pekanbaru. Setiap malam lokasi itu selalu ramai dikunjungi warga Kota Pekanbaru yang berburu kuliner.

Ingot menyebut, ada beberapa potensi PAD yang ada disana. Seperti dari sektor perparkiran, kebersihan, dan pajak restoran. Ada sekitar 150 lebih pedagang yang berjualan disana.

"Ada potensi PAD disana, itu yang coba kita gali. Namun, jumlah pasti potensi yang ada disana kita belum hitung. Untuk saat ini jangan ada pelanggaran hukum seperti pungli," terangnya.

Seluruh PAD yang ada disana melalui retribusi yang dipungut kepada pedagang, nanti akan dikelola oleh LPM sebagai perpanjangan tangan Pemko Pekanbaru. Nantinya dinas terkait yang akan mengontrol dan mengakomodir.

Namun, saat ini retribusi ini belum diterapkan. Pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait besaran tarif retribusi, baik untuk retribusi parkir, kebersihan, maupun pajak restoran.

"Sekarang belum kena pembayaran. Kita diskusikan dulu dan kita sesuaikan, ada penyesuaian tarif dari masing-masing dinas. Kalau sebelumnya mereka bayar kesini kesitu, sekarang kita tertibkan," tutupnya.**(saf)