• Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi

Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terah resmi menerapkan sekolah tatap muka terbatas. Di hari pertama sekolah tatap muka ada 22 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri yang menerapkan.

Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, agar memastikan penyelenggaraan sekolah tatap muka berjalan ketat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ayat menyebut, jangan sampai adanya muncul klaster penyebaran covid-19 baru dari lingkungan sekolah. Maka, ia meminta dengan tegas supaya Disdik Pekanbaru memastikan pihak sekolah menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Saya pesan betul kepada Dinas Pendidikan, pastikan kepada sekolah-sekolah agar betul-betul ketat menerapkan protokol kesehatan," kata Ayat, Selasa 17 Nopember 2020.

Menurutnya, sekolah tatap muka yang diterapkan saat ini masih terbatas. Tidak seluruh sekolah yang memulai pembelajaran di sekolah. Untuk tahap awal hanya peserta didik tingkat SMP yang melaksanakan nya.

Ia menilai, hal ini merupakan pertimbangan Pemko Pekanbaru terhadap keluhan dari orang tua peserta didik. Mereka mengeluhkan anak mereka sudah terlalu lama belajar dirumah secara daring (dalam jaringan).

Mereka yang berada di kawasan pinggiran juga mengeluhkan akses jaringan yang tidak bagus. Ia tak menampik tidak seluruh wilayah di Kota Pekanbaru yang mendapat akses jaringan internet. Hal itu tentunya menganggu proses belajar mengajar secara daring yang dilakukan.

Namun, faktor utama sekolah tatap muka dimulai dikatakan Ayat adalah, eskalasi kasus konfirmasi positif covid-19 yang cenderung menurun. Maka Walikota Pekanbaru memberikan izin sekolah tatap muka terbatas.

"Dimana Pekanbaru menuju zona kuning. Pembelajaran daring ini banyak sekali orang tua yang mengeluhkannya. Jaringan mereka susah bagi yang di pinggiran, mereka juga mengeluhkan kuota internet. Karena anak-anak mereka sudah terlalu lama dirumah," terangnya.

Ayat menyebut, dalam sekolah tatap muka ini juga diawasi oleh Satgas covid-19 yang berada di setiap sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka. Mereka juga membantunya penerapan protokol kesehatan di sekolah.

"Tetap sangat ketat kita menerapkan protokol kesehatan. Kita sama-sama berdoa ini berjalan dengan baik, dan tidak ada muncul klaster," tutupnya.**(saf)