Gaungriau.com (DURI) -- Tiga ustad kondang kota Duri, Salman Mirza dan Syamsir Khan dan Abdul Kholid pasang badan untuk memenangkan Kasmarni calon bupati Bengkalis nomor urut 3. Ketiganya menjadi juru Kampanye Kasmarni dalam rangkaian kampanye 7 titik di kota Duri, Kamis 19 Nopember 2020 pagi hingga malam ini.

Berkampanye di Jalan Bandes, Kelurahan Duri Barat, 3 ustad kondang ini turun memukau warga. Ustad Abdul Kolid memanjatkan doa kemenangan bagi Kasmarni sementara ustad Salman Mirza dan Syamsir Khan duet kampanye mengupas tuntas kelebihan pasangan Kasmarni-Bagus yang didukungnya.

"Kami pasang badan untuk Ibu Kasmarni. Beliau orang baik, tulus ikhlas dan punya kemampuan memimpin negeri ini. Dari empat calon bupati, Ibu Kasmarni yang paling mengerti birokrasi. Beliau birokrat sejati. Master bidang pemerintahan lagi" jelas Salman Mirza.

Dikatakan Salman kemampuan Kasmarni dibidang pemerintahan tak diragukan lagi. Makanya Kasmarni yang paling layak menjadi bupati di negeri Bengkalis ini.

"Serahkan sesuatu pada ahlinya. Jika sesuatu urusan diserahkan bukan ke ahlinya, tunggulah kehancuran itu," jelas Salman Mirza mengutip sabda Rasulullah.

Salman Mirza juga menyabarkan visi misi KBS yang banyak berpihak ke masyarakat, mulai dari KBS sehat, KBS pintar, KBS tanggap sosial hingga KBS perempuan berdaya. Semuanya inshaalah akan diujudkan Kasmarni jika nanti terpilih jadi Bupati.

Disis lain ustad Syamsir Khan menyampaikan Kasmarni adalah sosok kuat, sabar dan tabah menghadapi cobaan. Bertubi-tubi isu, fitnah, cacian dilontarkan kubu lawan untuk menjatuhkan popularitasnya, Kasmarni hanya membalas dengan senyuman.

"Begitu banyak isu yang ingin menjatuhkan Kasmarni, tapi beliau sabar, tabah dan kuat menghadapi. Makanya makin tinggi simpati masyarakat untuk memilihnya. Kalau beliau membalas, habis tiga calon bupati lainnya. Beliau tahu persis 3 calon mantan anggota DPRD yang semuanya kawan pak Amril suaminya," jelas Syamsir Khan sembari meneriakkan yel yel Kasmarni Bupati, KBS menang, menang, menang, coblos no 3.

Syamsir juga minta agar warga menjadi bagian dari tim pemenangan Kasmarni. Stiker Kasmarni diminta tempelkan sukarela di rumah masing-masing agar menjadi penanda pilihan mereka.

"Jangan mau rumah kita ditempeli stiker tanpa izin. Tempeli stiker Kasmarni, penanda kita punya pilihan, biar orang tak bisa lagi tempeli " tegasnya.

Mendengar orasi berapi-api dua ustad kondangan kota Duri yang sudah menjabarkan visi misinya, Kasmarni menyatakan bahwa semua visi misinya sudah tersampaikan sempurna. Dia hanya perlu mengklarifikasi isu-isu menyesatkan yang diarahkan kepadanya agar tak terjadi pembenaran atas isu itu.

"Saya hanya ingin mengklarifikasi, jika saya orang yang bermasalah tak akan mungkin saya berdiri di sini. Tak akan mungkin ustad-ustad ini mendukung saya. Jika suami saya bermasalah dengan hukum biar hukum yang menyelesaikan. Tak ada kaitan kasus hukum suami dengan istri. Jika suami ibu pembunuh, maukah ibu juga disebut pembunuh. Tentu tidak bukan. Makanya ini harus saja luruskan. Agar isu dan fitnah itu tak sampai merajalela. Percayalah, sehebat apapun isu ditujukan kepada saya, jika Allah berkehendak saya bupati saya akan jadi bupati karena rezeki Allah yang mengaturnya," tegas ibu empat anak ini.

Ikut hadir dalam kampanye itu, Korwil Mandau Ustad Darmizal, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Bengkalis. Ustad M Subli, tokoh masyarakat dan puluhan warga.**(dede)