JAKARTA (Gaungriau.com) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Cikarang yang diketua Darma Indo Damanik.S.H,M.Knmenyatakan terdakwa dr Hasto Suprihatnolotidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaam pertama pasal Pasal 378 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dakwaan Penuntut Umum. Karena itu, hakim membebaskan terdakwa dari tuntutan jaksa Majelis hakim yang dalam amarnya mengatakan bahwa perbuatan Terdakwa perbuatan hukum perdata.

Penasihat hukum terdakwa dr.Hasto Supriatnolo selaku Komisaris PT.Samara Amanah Mandiri yang terjerat kasus Penipuan Perumahan Griya Samara, Muhammad Zainuddin mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cikarang telah memutus lepas tersebut termaktub dalam amar putusan No. 531/Pid.B/2020 PN CKr.

"Kami sangat bersyukur sekali bahwa klien kami diputus lepas (Onslag Van rechtvervolging) dari segala tuntutan hukum. Nah oleh karenanya maka kedatangan kami hari ini juga sekaligus untuk saling berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum," kata dr Hasto SuprihatnoloPengacara muda asal Riau yang jumpai di Rutan Cikarang, Rabu (19/12/2020).

Majelis Hakim dalam amar putusan dr.Hasto Supriatnolo menyatakan perbuatan terdakwa tersebut yang didakwakan bukan merupakan suatu Tindakan pidana. Dengan demikian, dr.Hasto lepas dari jerat hukum.

"Hal ini sangat menggembirakan klien kami, dalam hal ini tidak ada yang menang dan kalah disini karena ini dalam proses mencari keadilan karena kita adalah Negara hukum. Kami telah lakukan proses ini sejak peyidikan di kepolisian. Apa yang kami yakini dari awal Alhamdulillah pada hari ini pun kami bisa melihatkeadilan itu terwujud kepada klien," ujar Muhammad Zainuddin.

Saat ini tim penasihat hukum sedang berkoordinasi lebih lanjut dengan jaksa penuntut umum, berdasarkan putusan, dr.Hasto Supriatnolo harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum. Selain itu, kemampuan, harkat dan martabat dr.Hasto Supriatnolo harus dipulihkan. "Dan terdakwa juga dikeluarkan dari tahanan," ujar pengacara muda tersebut. (az/rls)