Gaungriau.com (KUALA SEBATU) -- Proyek jembatan di Parit Ulangan Usaha, Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka dengan volume 96.50 X 4 meter dengan total anggaran Rp 917.129.000 tahun anggaran 2020 menggunakan Dana Desa (DD) terkesan janggal. kejanggalan terletak pada papan plang proyek yang tidak mencantumkan lama pekerjaan dan kapan dimulai pekerjaan tersebut.

Sebagaimana lazimnya sebuah proyek menggunakan anggaran negara, waktu dimulai dan lamanya sebuah kegiatan selalu dicantumkan di papan plang proyek. Sementara proyek ini hanya ditulis hari kalender.

Informasi yang didapat, terjadi juga perobahan matrial yang digunakan untuk pondasi bangunan. Jenis kayu untuk cerocok pondasi adalah kayu bakau, tapi dari data yang didapat di lapangan adalah jenis kayu mahang.

Kepala Desa Kuala Sebatu Yanti ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini, Rabu 13 Januari 2021 melalui WA mengatakan "Mohon maaf pak karena tak tercetak kemaren, makanya ditulis pakai spidol.mohon maaf pak," jelasnya.

Ketika disinggung dengan jenis kayu yang tidak sesuai dengan spek juga dibantah oleh yang bersangkutan, menurutnya sudah sesuai dengan aturan. Adapun panjang kayu cerocok 6 meter.

Terkait dengan informasi bahwa proyek tersebut belum selesai hingga saat ini juga dibantah. " Alhamdulillah sudah selesai pak," jelasnya.**(suf)