TEMBILAHAN – Warga Tembilahan meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Tembilahan menuntaskan dugaan korupsi di Dinas Bina Marga (PU-Red) Kabupaten Indragiri Hilir.  

Jangan hanya 'kroco-kroco' saja yang dijadikan tersangka, tapi siapa saja yang terlibat termasuk penguasa, pengusaha dan aparat penegak hukum yang ikut bermain pada proyek yang sedang ditangani tersebut.

“Kita mengapresiasi langkah cepat pihak Kejaksaan Negeri Tembilahan dalam pengungkapan dugaan kurupsi di Dinas Bina Marga. Dalam waktu dekat  sudah ditetapkannya salah seorang berinisial M sebagai tersangka. Apalagi mereka juga akan memeriksa PLT Sekdakab Inhil untuk meminta keterangan,” ungkap Iwan salah seorang warga Parit 15 Kelurahan Tembilahan Hilir kepada media ini, Rabu 30 September 2015.

Hanya saja pengungkapan kasus korupsi di SKPD tersebut menurut Iwan lagi bukan persoalan yang gampang,  banyak orang kuat yang terlibat. Mulai dari petinggi di Inhil, pengusaha besar, hingga dugaan keterlibat oknum aparat penegak hukum dalam pusaran lurupsi yang terjadi.

“Jadi untuk pengungkapan kasus ini hingga tuntas dibutuhkan keberanian yang kuat dari pihak Kejaksaan. Kita tidak menapikan akan adanya tekanan dari pihak tertentu yang diduga akan terusik dengan pengungkapan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan ini,” tambahnya.

Sementara itu Adi warga lainnya juga memuji langkah berani yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Tembilahan. Selama ini oknum pengusahan berinisilal HR dan HD dua orang rekanan yang memenangkan tender proyek jalan dalam Kota Tembilahan, dermaga dan jembatan yang dugaan kasus korupsinya sedang ditangani tersebut, seperti tak tersentuh oleh hukum. Meski proyeknya bermasalah, tapi tahun berikutnya yang bersangkutan kembali menjadi pemenang lelang.

“Hanya dengan mengganti perusahaan dirinya atau meminjam perusahaan orang lain, oknum HR dan HD dipastikan akan memenang lagi dalam proses tender tahun berikutnya. Coba saja kita cek proyek ruas jalan kota Tembilahan tahun ini, siapa yang menjadi pemenang kalau bukan Hrataupun HD,” katanya.