PASIR PENGARAYAN -- Pergerakan politik jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Rokan Hulu (Rohul) 9 Desember 2015 mendatang juga diwarnai berbagai issu yang kini di sebut-sebut tentang "Politik Uang" yang nantinya bisa menghancurkan sendi-sendi demokrasi yang selama ini dikumandangkan rakyat Indonesia.

Seperti yang disampaikan warga Pasir Pengarayan, Rohul H. Sarkawi, untuk berjalan pesta rakyat ini, dia berharap kepada pada penyelenggara, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pangawas Pemilu (Panwas) Rohul untuk menyampaikan himbauan secara terbuka ditengah-tengah warga Rohul.

Diakui Sarkawi, "Money Politik atau Politik Uang" atau di Rohul sendiri lebih tren dengan sebutan "serangan fajar", masih menjadi ancaman bagi sejumlah calon yang bertarung dalam pemilihan Kepala Daerah.

Dijelaskan Sarkawi, politik uang merupakan upaya untuk menghacurkan fondasi demokrasi yang dibangun atas dasar keiklhasan dan kepercayaan masyarakat dengan pemimpinya.

"Jadi jangan terpengaruh terhadap hal itu," katanya  kepada wartawan di Pasir Pengarayan, Rabu 4 Oktober 2015 pagi
 
Lebih lanjut dikatakan sarkawi, politik uang merupakan tindakan pembodohan masyarakat serta mengkotori nilai-nilai demokrasi yqng seharusnya berjalan atas dasar ke iklhasan serta penilaian terhadap program kerja pembangunan kedepan. 
 
"Kita mengharapkan adanya himbauan itu, tujuan agar warga Rohul  mengetahui dan terhindar dari cara-cara kotor seperti politik uang," jelas Sarkawi.