• Kurnia Ilahi saat memainkan alat musik Piano.

PEKANBARU - Finalis Puteri Indonesia 2016 asal Riau, Kurnia Ilahi, sempat unjuk kebolehannya memainkan piano sambil menyanyikan sebuah lagu di depan Pj Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie, saat diterima di kediaman pribadi orang nomor satu Bengkalis itu di Jalan Tanjung Jaya, Tangkerang, Pekanbaru, Jumat 22 Januari 2016.

Finalis Putri Indonesia yang berasal dari Kota Duri, Kecamatan Mandau, itu didampingi orang tua dan adiknya, diterima langsung oleh Pj Bupati didampingi istrinya Hj Embung Megasari Zam dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bengkalis, Eduar.

Nia, demikian panggilan Kurnia Ilahi yang pernah menjadi Dara Riau Tahun 2010, mengatakan dirinya saat masih mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memasuk karantina di Jakarta pada tanggal 9 Februari 2016 mendatang. "Saya juga masih mencari busana tradisional dari Riau yang cocok. Sampai hari ini belum dapat (pilihan busananya,red)," kata Nia.

Pada pertemuan yang penuh akrab itu, Nia seakan anak kandung Embung. Sebagai seorang anak, banyak mendapat wejengan dari Embung, seperti nasehat bagaimana seorang putri Melayu berdiri, bagaimana putri Melayu, berbicara di hadapan masyarakat.

Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis ini berpesan agar Nia mampu menjaga emosi saat dan sebelum karantina. Emosi yang terbangun harus yang positif. Bahasa tubuh Nia merupakan bahagian dari komunikasi dirinya. 

Dalam keseharian Nia, harus bisa mencerminkan budaya Provinsi Riau. Nia harus banyak belajar untuk persiapan "Saat ini, Nia milik masyarakat Indonesia, khususnya Riau. Nia harus menjaga fisik dan mental," ulas Embung didampingi Pj Bupati Bengkalis, Ahmad Syah Harrofie.

Embung menyarankan agar banyak belajar tentang sosial budaya, sosial ekonomi, dan banyak lagi pengetahuan umum daerah hingga nasional yang harus dipelajari. Dengan demikian diharapkan Nia, dapat menampilkan potensi dirinya dengan maksimal dan dia juga harus mampu membawa nama Riau hingga ke kancah nasional. “Berbicara, bahasa tubuh, bahasa non verbal itu juga harus dikuasai lebih baik," terangnya.

Ibu Embung juga menunjukan manisan yang dibentuk rangkaian bunga dengan berbahan kates atau pepaya, belimbing dan mangga. Berbagai makanan khas Riau seperti lempuk durian, sagu, mie sagu, bolu kembojo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah bertemu Pj Bupati Bengkalis dan Ketua TP PKK Kabupaten Bengkalis, dara asal Mandau ini bertemua dengan Ketua TP PKK Provinsi Riau, Hj Sisilita Arsyadjuliandi dikediamannya di Jalan Sisingamagaraja, Kota Pekanbaru. 

"Alhamdulillah, begitu banyak dukungan dari Pemkab Bengkalis dan Pemprov Riau, juga masyarakat Provinsi Riau. Dengan adanya dukungan ini, Insyaallah, Nia bisa menjadi yang terbaik," ucap Nia.**(fer)