• Prof.Dr.H.Dailami Firdaus

JAKARTA -- Gaungriau.com -- Belum lama ini Kementerian Agama (Kemenag) merilis 200 daftar nama mubalig penceramah Islam di Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perilisan daftar nama mubalig tersebut dilakukan, lantaran pihaknya sering menerima banyak pertanyaan dari masyarakat, terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka.

Dalam pernyataan diatas saya belum menemukan titik focus yang dimaksud oleh Menteri Agama, arahnya kemana dan saya sarankan harus berhati-hati ketika membawa nama masyarakat. Peryataan tersebut seolah-olah rilis ini berdasarkan kemauan dari masyarakat, namun disayangkan tanpa menjelaskan masyarakat yang mana. Ujar Prof.Dr.H.Dailami Firdaus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta Putra Almh.Prof.Hj.Tuty Alawiyah AS serta Cucu dari ulama kharismatik Betawi KH. Abdullah Syafi’ie.

Apalagi saat ini ada beberapa mubaligh yang dengan terang-terangan menolak masuk dalam daftar rilis oleh Kementerian Agama. Saya berharap rilis ini tidak menjadi kegaduhan baru dan sangat disayangkan sekali bila ternyata kegaduhan tersebut datang justru dari sebuah lembaga yang seharusnya steril dan menjadi penyejuk yaitu Kementerian Agama.

Dibulan suci ramadhan ini saya menghimbau agar kita semua menahan diri dan perbanyak intropeksi diri, beri kesejukan kepada masyarakat dan jangan sampai ada sebuah celah yang akan mengangu kualitas ibadah kita. Jadikan momentum bulan ramadhan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta memperkokoh toleransi antar umat beragama. Tutup Bang Dailami sapaan akrab Prof.Dr.H. Dailami Firdaus.**(rls)