• Rekontruksi pembunuhan terhadap Bayu Santoso

BENGKALIS - Aktor pembunuhan sadis dengan mutilasi korban Bayu Sanyoso warga Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis hingga saat ini masih misteri. Resort Polres Bengkalis telah mengamankan ketiga pelaku Harianto dan Andrean alias Gondrong ketiga Ali Akbar.

Penasehat Hukum ketiga pelaku, Windrayanto mengungkapkan, peristiwa pembunuhan itu berawal dari tersangka Andrean alias Gondrong yang memanasi pelaku Harianto  bahwa korban Bayu Santoso akan melakukan kibus terkait kejahatan Narkoba ketiga pelaku kepenegak hukum.

"Harianto yang memiliki solidaritas kesetiaan berteman tinggi, sehingga menelan mentah-mentah apa yang disampaikan oleh Gondrong. Harianto semakin panas, apalagi Ali Akbar juga membumbui setiap ucapan Gondrong hingga berakhir perencanaan pembunuhan sadis terhadap korban Bayu Santoso," terang Windrayanto kepada RiauAktual.com. com,  Rabu 12 April 2017.

Perencanaan pembunuhan direncanakan ketiga pelaku. Menurut Windriyanto ketiga pelaku memiliki peran dalam rencana pembunuhan terhadap korban.

Diceritakanya, Harianto bertindak sebagai eksekutor,  Andrean alias gondrong menghubungi dan menggali kubur korban sedangkan Ali Akbar bagian menanam korban.

"Korban (Bayu Santoso,red) datang setelah dihubungi Andrean alias gondrong, sedangkan Harianto melaksanakan tugas sesuai kesepakatan. Namun setelah terjadi, dua pelaku yakni Andrean alias Gondrong dan Ali Akbar bernyali cilik dan bermental tempe, berhati busuk. Mereka lari terbirit birit, dalam berusaha lari si Gondrong masih memiliki akal bulus yaitu kembali guna mengambil baju yang dia pakai tertinggal di TKP,"Jelas Win.

"Bahwa Andrean alias Gondrong melakukan penusukan terhadap korban sebanyak satu kali.  setelah dapat bajunya ia pun cabut lari lagi. Sedangkan Ali Akbar sudah lari duluan,"