PASIR PENGARAYAN -- Sejumlah petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu mengeluhkan bantuan bibit kacang kedelai yang tidak dapat tumbuh, bibit kacang kedelai tersebut berasal dari bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN 2016.

Adapun para petani yang mengeluhkan pengadaan bibit kacang kedelai diantaranya, kelompok Tani desa di kecamatan Rambah Samo, yakni, desa Rambah Samo,  Langkitin,  Rambah Utama,  Mazda Makmur dan Karya Mulya.

Selain itu, tidak tumbuhnya bibit kedelai bantuan itu juga terjadi di Dua Desa di kecamatan Rambah Hilir, yakni desa Surombou Indah dan Rambah Hilir Timur, satu Desa di Kecamatan Rambah, Menaming. Serta satu desa di kecamatan Bangun Purba, yakni Desa Bangun Purba Timur Jaya.

Para petani menduga pihak dinas terkait tidak serius dalam penyaluran bibit kacang kedelai pengadaan bantuan APBN yang didatangkan dari Balai benih Sukoharjo, Jawa Tengah ini. Bahkan mereka menganggap bibit yang diberikan ini adalah bibit usang.
Dari keterangan seorang petani kedelai di Kecamatan Rambah, Desa Menaming, Ratinas, sangat meragukan kualitas bibit kedelai bantuan APBN. Selain tumbuh kerdil, bahkan ada bibit yang tidak tumbuh. Ia sangat kecewa karena. Pemerintah menyalurkan bantuan bibit seperti itu.

"Kalau bibit bantuan sebelumnya lebih kecil dari ini, tapi mau tumbuh  dan bagus. Beda dengan bibit bantaun tahun ini. Katanya bibit unggul tapi tak mau tumbuh" ungkap Ratinas kepada wartawan, Senin 25 April 2016 yang merasa ada kejanggalan dalam pemberian bantuan bibit kedelai APBN ini.

Kejanggalan lainnya, yakni pada label kemasan bibit kedelai itu, tertulis kadar air bibit 9,9 persen. Namun, dari hasil uji tester milik Penyuluh Pertanian Lapangan, kadar air di bibit bantuan ini sekitar 17,6 persen.

Para petani mengeluh Bibit bantuan kedelai dari APBN tersebut karena kualitas bibit masih kalah dengan bibit lokal. Petani mengaku rugi, akibat kualitas bibit bantuan pemerintah tersebut tak mau tumbuh meski sudah ditanam hampir sebulan.

Ditambahkannya, Dinas Pertanian Provinsi Riau dan Dinas TPH Rohul pernah turun ke lahan petani, karena bibit kedelai bantuan dari pemerintah pusat ada yang tidak tumbuh. Walaupun tumbuh, tanaman yang sudah berusia tiga pekan tetapi tumbuh kerdil.
Kepada petani, para pejabat di dua Dinas ini mengatakan akan menguji kualitas bibit kedelai di laboratorium, dan hasilnya akan diketahui pada Kamis 21 April 2016 lalu. Namun, kabar yang ditunggu petani tak kunjung diterima.

"Kami minta kepastian dari pemerintah. Apakah hasil pengujian bibit sudah keluar atau belum," tanya Ucok, petani kedelai di Desa Menaming.

Guna menanggapi permasalahan ini, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dinas TPH Rohul Mubrizal sampai saat ini. Ketika berusaha dikonfirmasi melalui selulernya, belum ada jawaban.**(her)