PEKANBARU -- Dinilai sebagai daerah yang memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap Pendidikan non formal, khususnya program kursus dan pelatihan.

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan (Dit.Binsuslat), Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tunjuk Provinsi Riau sebagai tuan rumah pameran kursus dan pelatihan tingkat nasional tahun 2016, kegiatan ini berlangsung 13 hingga 16 Mei 2016 di Mall Pekanbaru.

Direktur Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Dr Yusuf Muhyidin, menjelaskan, selain dikarenakan Provinsi Riau dinilai sangat berkomitmen dalam memajukan bidang pendidikan ini khususnya pada bidang pendidikan non formal, juga berdasarkan letak Riau yang secara geografis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.  

"Dengan begitu, di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang ini, tentu sangat dibutuhkan SDM yang kompeten, untuk mengantisipasi serbuan SDM dari negara tetangga, utamanya yang berdekatan dengan Provinsi Riau," kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu 14 Mei 2016.

Dikatakan, tujuan dilaksanakannya acara ini tak lain adalah untuk memberikan sarana publikasi dan promosi bagi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) maupun Satuan Pendidikan non formal lainnya. Selain itu juga untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar mengikuti program-program kursus dan pelatihan.

"Pameran kursus dan pelatihan ini juga sebagai sarana komunikasi, baik antara Dinas/instansi terkait, LKP, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), maupun masyarakat usia produktif yang membutuhkan bekal keterampilan," sebutnya.

Hal ini dikarenakan dalan pameran kursus dan pelatihan kali ini menurut Yusuf, tidak hanya diikuti oleh LKP, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tapi juga dari kalangan DUDI, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Riau.

"Pameran kursus dan pelatihan ini juga sebagai sarana komunikasi, baik antara Dinas/instansi terkait, LKP, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), maupun masyarakat usia produktif yang membutuhkan bekal keterampilan," sebutnya.

Hal ini dikarenakan dalan pameran kursus dan pelatihan kali ini menurut Yusuf, tidak hanya diikuti oleh LKP, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tapi juga dari kalangan DUDI, serta Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se Provinsi Riau.

"Pameran dengan mengusung tema Kursus dan Pelatihan mampu menciptakan SDM Kompeten, Produktif, berkarakter dan Berdaya Saing dibidang otomotif, elektronika, Teknologi Informasi (TI) dan pariwisata ini, juga mendukung Gerakan Indonesia Kompeten," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau Dr H Kamsol mengucapkan terimkasih kepada pihak Kemendikbud, khususnya Dit.Binsuslat dan Ditjen PAUD Dikmas, yang telah mempercayai Provinsi Riau dalam pelaksanaan   Pameran Kursus dan Pelatihan Besempena Hari Pendidikan Nasional dan Gerakan Indonesia Kompeten 2016 ini.

Menurut Kamsol, komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam memajukan bidang pendidikan non formal ini, dilandasi oleh masih tingginya angka anak usia sekolah yang tidak bersekolah di Provinsi Riau saat ini.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan semakin memotivasi kita untuk terus berupaya, bagaimana agar anak-anak usia sekolah yang tidak besekolah di Riau ini, jumlahnya terus berkurang melalui pendidikan non formal dan informal ini," pungkasnya.**(mad)