• Roni Amriel

PEKANBARU -- Banyaknya mobil yang parkir di bibir jalan depan Sekolah Darma Yudha Kota Pekanbaru mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta.

Pantauan di lokasi, Selasa 26 juli 2016 sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, kemacetan terjadi sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang berpusat di depan sekolah Darma Yudha tersebut. Akibat ramainya orangtua menunggu anaknya keluar dan mereka parkir di depan sekolah yang berada di pinggir jalan ini, membuat jalan sempit dan arus lalu lintas tersendat.

"Lagi menunggu anak pulang," ujar seorang bapak yang sedang duduk manis di dalam mobilnya meski kondisi macet panjang. Dia tidak mau banyak bicara dan segera menutup kembali kaca mobilnya.

Warga yang melintas mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini. Karena ramainya pengunjung di Sekolah Darma Yhuda, dan tidak adanya sarana parkir yang baik, sehingga mobil menumpuk di pinggir jalan yang membuat jalan semakin sempit.

"Setiap kita melintas di jam pulang sekolah, Kami terganggu, harus mutar-mutar. Kami minta pemerintah cari solusi, apakah jalannya diperlebar, kalau terus begini kesal juga," ujar salah seorang warga Novi (35) yang mengaku warga setempat saat ditemui, Rabu 27 Juli 2016.

Warga lainnya Anang mengatakan, bahwa dalam situasi kemacetan panjang yang sering terjadi di seputaran sekolah Darma Yudha harusnya personil kepolisian lalu lintas atau dari pihak Dinas Perhubungan diterjunkan ke lokasi di jam-jam sibuk.

"Harus ada kordinasi, termasuk juga pihak sekolah juga harus membuat tempat parkir pengunjung agar tidak meluber ke pinggir jalan seperti ini, soalnya kondisi seperti ini kan sudah sejak dulu," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut ketua komisi IV DPRD Roni Amriel meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan tinjauan kelapangan, guna mencari titik persoalan yang menyebabkan warga mengeluh.

"Dishub harus tinjau ke lapangan, ini ada yang salah dalam amdallalin kalau bisa menimbulkan kemacetan yang panjang setiap harinya," kata Roni.

Dijelaskan Politisi Partai Golkar ini, bila dampak kemacetan itu telah mengganggu pengguna jalan lainnya dan terjadi bukan hanya sekali saja, maka Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru harus segera melakukan kajian ulang terhadap Analisis Dampak Lalu Lintas (Andal lalin) Sekolah Darma Yudha tersebut.

Dari hitung-hitungan kasar saja, kata Roni, jika satu kelas di Sekolah Darma Yudha memiliki 20 orang anak, kemudian ada 5 kelas, maka akan ada 100 mobil orangtua murid yang akan parkir mengantar maupun menunggu anak mereka pulang. Sehingga dengan sarana parkir yang dimiliki sekolah tidak maksimal, maka terjadilah parkir di bibir jalan di depan sekolah yang membuat jalan akhirnya smpit.

"Kami yakin, sarana ruang parkir yang tersedia tidak untuk menampung kendaraan yang begitu banyak," ucapnya.

Selain meminta Dishub untuk segera melakukan tinjauan ke sekolah dan memeriksa kembali kondisi Amdallalinnya, Roni juga menyarankan solusi agar kemacetan di depan sekolah itu tidak lagi terjadi, yakni dengan kebijakan sekolah menyediakan bus angkutan anak.

"Supaya orang tua tidak lagi antar jemput anak mereka dengan menggunakan kendaraan pribadi," tuturnya.**(dwi)